Terkait Laporan Muslim Uighur disiksa, PBB dan China sedang rundingkan akses tanpa batas ke Xinjiang

id Xinjiang China,Sekjen PBBAntonio Guterres,Komisaris Tinggi PBB untuk Masalah HAM

Terkait Laporan Muslim Uighur disiksa, PBB dan China sedang rundingkan akses tanpa batas ke Xinjiang

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres saat konferensi pers di markas PBB New York, Amerika Serikat. ANTARAREUTERS/Eduardo Munoz/aa. (REUTERS/EDUARDO MUNOZ)

Jenewa (ANTARA) - PBB sedang menggelar "perundingan serius" dengan China untuk akses tanpa batas ke kawasan Xinjiang guna memverifikasi laporkan bahwa Muslim Uighur disiksa, kata Sekjen PBB Antonio Guterres saat wawancara dengan CBC, Minggu (28/3).

Komisaris Tinggi PBB untuk Masalah HAM Michelle Bachelet bulan lalu mengatakan bahwa laporan penangkapan sewenang-wenang, perlakuan buruk, kekerasan seksual dan kerja paksa di Xinjiang membutuhkan penilaian komprehensif dan independen.

Pada Februari Bachelet mengatakan pembicaraan untuk mengatur kunjungan ke China telah dimulai, tetapi belum ada kesepakatan yang dicapai.

Kunjungan Bachelet "saat ini tengah dirundingkan antara kantor Komisaris Tinggi PBB dan otoritas China," kata Guterres dalam wawancara yang disiarkan di acara Rosemary Barton Live.

"Saya berharap secepatnya mereka akan mencapai kesepakatan dan agar komisaris HAM dapat mengunjungi China tanpa batas dan syarat," lanjutnya.

Kepekaan China terhadap kritikan atas perlakuan mereka terhadap minoritas Uighur menjadi sorotan pada Sabtu (27/3) ketika pihaknya mengumumkan sanksi yang ditargetkan untuk dua pejabat hak kebebasan beragama Amerika Serikat dan satu anggota dewan Kanada, yang mengecam perlakuan Beijing terhadap mereka dan minoritas lainnya.

Para pegiat mengaku skeptis soal harapan kunjungan yang penuh arti dengan akses tanpa batas di China.

Pemerintah China membantah laporan penyiksaan apa pun dan mengklaim bahwa semua kelompok etnik di Xinjiang dan kawasan Tibet menikmati kebebasan yang luas.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar