Tutup sejak Maret 2020, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park Bali buka lagi kunjungan wisatawan

id Pariwisata, patung, gwk, garuda wisnu kencana, covid 19,wisata bali

Tutup sejak Maret 2020, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park Bali buka lagi kunjungan wisatawan

Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Jumat (4/12/2020). ANTARA/Fikri Yusuf

Wisatawan yang berkunjung ke GWK Cultural Park diwajibkan mengenakan masker
Badung (ANTARA) - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, kembali membuka kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak  Maret 2020 akibat pandemi COVID-19.

"Sejak kemarin kami telah membuka kunjungan bagi wisatawan. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung, kami menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)," ujar GM Marketing Communications & Event GWK, Andre R Prawiradisastra di Badung, Sabtu.

Ia mengatakan keputusan pembukaan kawasan tersebut diambil oleh manajemen GWK Cultural Park setelah melihat perkembangan penanganan COVID-19 khususnya di Bali dan dengan koordinasi secara efektif dengan pihak-pihak terkait dari pemerintahan, Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 di Bali dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Pasangan pengantin baru bulan madu ke Pulau Dewata berkurang


Pelaksanaan protokol kesehatan di kawasan GWK mengacu pada sertifikasi Tata Kelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) di masa pandemi COVID-19 yang telah diterima GWK Cultural Park pada Juli 2020.

"Setiap wisatawan yang berkunjung ke GWK Cultural Park diwajibkan mengenakan masker selama di dalam kawasan. Selain itu kami juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi seluruh wisatawan yang masuk kawasan," katanya.

Selain bagi para wisatawan, pihaknya juga mewajibkan seluruh karyawan yang bertugas untuk menjalani screening tes cepat COVID-19 dan menjalani pengecekan suhu tubuh secara rutin.

Pengelola GWK juga menyediakan 20 titik hand sanitizer, wastafel cuci tangan, pengaturan jarak di loket tiket serta rambu himbauan untuk penerapan 3M atau memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan yang disebar di kawasan GWK Cultural Park.

Andre R Prawiradisastra menjelaskan pada beberapa lokasi yang tertutup, juga telah diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung khususnya di area Pedestal Patung GWK.

"Kami batasi yang masuk ke dalam pedestal patung GWK hanya 100 orang pada saat yang bersamaan, dari kapasitas maksimal 500 orang. Kalau di kawasan luar karena kawasannya luas jadi kami tidak melakukan pembatasan tetapi ada petugas yang mengawasi protokol kesehatan oleh wisatawan," katanya.

Pada hari pertama pembukaan yaitu Jumat (4/12), nimo dan respons masyarakat yang mengunjungi GWK Cultural Park sangat tinggi. Pada satu hari tersebut, sekitar 800 orang tercatat melakukan kunjungan ke GWK.

"Kami buka juga memanfaatkan potensi kunjungan wisatawan domestik yang diperkirakan meningkat saat periode libur Natal dan libur akhir tahun mendatang. Jadi kami mengambil momen itu tapi tidak meninggalkan protokol kesehatan yang ketat di kawasan," ungkapnya.
Baca juga: Gerakan Bisa Kemenparekraf bangkitkan geliat Desa Wisata Kerobokan Bali
Baca juga: Lika-liku perjuangan pelaku wisata Bali dan NTT di tengah pandemi COVID-19