WNI dari Wuhan di Natuna dilepas dengan acara adat Melayu

id Natuna, wni dari wuhan

WNI dari Wuhan di Natuna dilepas dengan acara adat Melayu

Bupati Natuna Hamid Rizal memberikan keterangan kepada awak media di Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu. (Naim)

Batam (ANTARA) - Warga Negara Indonesia dari Wuhan yang akan menyelesaikan masa observasi 14 hari di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akan dilepas dengan acara adat.

"Nanti dari lembaga adat, akan ada doa selamat tepung tawar," kata Bupati Natuna Kepulauan Riau Hamid Rizal di sela persiapan pemulangan WNI dari Wuhan di Natuna, Sabtu.

Upacara tepung tawar biasanya diadakan saat menerima tamu yang baru datang. Adat tepung tawar mengenakan daun khusus dan air putih.

Baca juga: Menkes dan Kepala BNPB jemput WNI dari Wuhan di Natuna

"Diletakkan di kendi, tangan masuk dalam. Habis itu sama-sama berdoa," kata dia.

Doa yang akan disampaikan agar para WNI dari Wuhan bisa selamat, sehat sampai ke daerah asalnya masing-masing.

"Ini menunjukkan bahwa warga kita selamat sampai ke sini dan pulang, itu adat kami," kata dia.

Namum, ia belum memastikan kapan dan dimana upacara adat itu bisa dilaksanakan karena secara protokol kesehatan, masa karantina WNI dari Wuhan berakhir Sabtu pukul 12.00 WIB.

"Lihat protokol sini, bagaimana pengaturannya. Kita tidak bisa gegabah," kata dia.

Baca juga: Istana sampaikan terima kasih pada masyarakat Natuna
Baca juga: Mesir benarkan kasus virus corona pertama menimpa seorang WNA
Baca juga: Satu keluarga sembuh dari corona kembali ke rumah di Beijing

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar