PSSI didenda FIFA Rp643 juta karena rusuh laga Indonesia kontra Malaysia

id pssi,fifa denda pssi

PSSI didenda FIFA Rp643 juta karena rusuh laga Indonesia kontra Malaysia

Pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy (kiri) memberikan instruksi kepada pemain dalam latihan di Lapangan Al Arabi Sports Club, Dubai, Minggu (6/10/2019). Kegiatan itu sebagai persiapan untuk laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia kontra Uni Emirat Arab, Kamis (10/10). (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia/PSSI)

Jakarta (ANTARA) - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan sanksi denda kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebesar 45.000 franc swiss (chf) atau sekitar Rp643 juta karena kerusuhan di laga Indonesia versus Malaysia.



Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Selasa, PSSI menyatakan bahwa mereka menerima sanksi tersebut.



“PSSI menghormati proses hukum dan putusan dari FIFA. Kami akan segera memenuhi kewajiban kami dan mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.



PSSI menegaskan akan berupaya keras agar kerusuhan tersebut menjadi yang terakhir.



Organisasi yang berdiri pada 19 April 1930 itu berharap semua pemangku kepentingan dapat mempererat sinergi untuk mewujudkan nilai-nilai positif dalam sepak bola.



“Sepak bola harusnya menyatukan, mempromosikan keragaman budaya dan menyerukan sikap saling menghormati,” kata Ratu Tisha.



Kerusuhan yang melibatkan suporter terjadi di laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Indonesia versus Malaysia yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 September 2019.



Akibat kejadian itu, pertandingan sempat dihentikan di babak kedua. Kericuhan berlanjut di akhir pertandingan.



Suporter Indonesia bahkan terlibat bentrok dengan personel kepolisian di sekitar stadion setelah laga selesai yang membuat suporter Malaysia harus diungsikan sementara ke tempat aman.



Peristiwa tersebut membuat pemerintah Indonesia meminta maaf secara resmi kepada pemerintah Malaysia.

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar