Iriana Joko Widodo kunjungi Puskesmas Palembang kampanyekan deteksi dini kanker rahim

id Iriana Jokowi,Ibu negara,Pap.smear

Iriana Joko Widodo kunjungi Puskesmas Palembang kampanyekan deteksi dini kanker rahim

Ibu negara Iriana Joko Widodo tiba di Puskesmas Merdeka, Palembang, Selasa (17/9/2019). (ANTARA/Dolly Rosana/19)

Tidak apa-apa karena undangan, nanti muncul kesadaran sendiri. Yang penting tetap semangat, karena usia seperti kita ini harus sering-sering cek kesehatan
Palembang (ANTARA) - Kunjungan Ibu negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan Oase Kabinet Kerja di Puskesmas Palembang Selasa, dalam rangka kampanye deteksi dini kanker rahim kepada perempuan usia subur.

Kedatangan ibu negara ini sudah dinantikan puluhan ibu-ibu sejak pagi. Sembari menunggu, sejumlah dokter memberikan penyuluhan terkait pap smear, yakni prosedur pemeriksaan sel di leher rahim untuk mengetahui apakah ada kelainan yang mengarah ke kanker servick.

Iriana tiba di puskesmas tersebut sekitar pukul 10.15 WIB, dan langsung menyambangi puluhan ibu-ibu yang menunggunya di bawah tenda.

Ibu negara secara langsung memberikan sosialisasi mengenai pap smear.

"Di sini terima undangan atau kesadaran sendiri?" kata Iriana, yang langsung dijawab karena mendapatkan undangan.

"Tidak apa-apa karena undangan, nanti muncul kesadaran sendiri. Yang penting tetap semangat, karena usia seperti kita ini harus sering-sering cek kesehatan," kata dia.

Setelah memberikan penyuluhan, Iriana kemudian melihat langsung pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi ibu-ibu di puskesmas tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Palembang Letizia mengatakan saat ini terdata terdapat dua persen penderita kanker rahim di Kota Palembang berdasarkan hasil pemerikasaan pap smear di sejumlah puskesmas.

Pemkot Palembang menyediakan sarana gratis pemeriksaan pap smear di empat puskesmas yakni di Puskesmas Merdeka, Dempo, Pembina dan Sematang Borang.

"Silakan datang, khususnya ibu-ibu usia subur (25-50 tahun) karena jika ke rumah sakit harus mengeluarkan dana Rp25 ribu untuk sekali periksa," kata dia.

Menurutnya, seorang perempuan berusia subur setidaknya melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker ini sekali dalam satu tahun.*
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar