Emping Jengkol Jadi Salah Satu Kube Andalan

id emping, jengkol, kube, andalan

Emping Jengkol Jadi Salah Satu Kube Andalan

Emping jengkol (ist)

Usaha ini sudah turun-temurun sejak 1970-an, pemasarannya juga cukup bagus."
Jakarta, (ANTARA Lampung) - Kerajinan emping jengkol, usaha turun-temurun yang digeluti Kholifah merupakan salah satu andalan Kelompok Usaha Bersama di Bogor, Jawa Barat.
         
"Usaha ini sudah turun-temurun sejak 1970-an, pemasarannya juga cukup bagus," kata Kholifah, salah satu peserta Kube Ciliwung, perajin emping jengkol yang dihubungi dari Jakarta, Jumat.
        
Meski menjadi usaha turun-temurun, baru sejak 2013 para perajin tersebut mendapat bantuan program Kube binaan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Bogor.
         
Program Kube dan PKH adalah program andalan Kementerian Sosial yang menyasar rumah tangga sangat miskin.
         
Emping yang dikenal biasanya berbahan dasar melinjo, tapi emping jengkol juga rasanya tidak begitu berbeda dengan yang berbahan melinjo meski masih terasa sedikit aroma jengkol setelah dimakan.
         
Kholifah mengatakan, proses membuat emping jengkol cukup sederhana. Pertama jengkol yang tua harus direndam selama dua jam lalu direbus selama empat jam agar empuk.
         
"Dalam proses perebusannya tidak diberi tambahan bumbu apapun termasuk garam. Kami pernah mencoba memberi garam tapi hasilnya emping pecah-pecah," ujar Kholifah.
         
Setelah direbus, jengkol dipipihkan dengan batu gilingan yang juga diwariskan oleh pengrajin sebelumnya sehingga menjadi lembaran tipis yang lalu dijemur hingga kering.
         
"Dijemur dua jam saja, langsung bisa digoreng. Emping ini enak dimakan bersama soto atau dengan saus," katanya.
         
Pemasaran emping jengkol sendiri masih di sekitar Kota Bogor dengan harga yang cukup tinggi karena mahalnya bahan baku.
         
"Kami memasok ke toko-toko, tapi juga sudah sampai Australia misalnya ada yang membawa untuk oleh-oleh," ujar Kholifah.
       
Namun perajin mengaku kesulitan bahan baku jengkol termasuk harganya yang tinggi, bahkan saat harga jengkol pernah menyentuh  Rp100 ribu per kilogram, mereka sempat menghentikan produksi.
 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar