Sekda Pesisir Barat hadiri monitoring dan evaluasi capaian vaksinasi COVID-19

id lampung, pesisir barat, vaksinasi, covid, corona, covid 19

Sekda Pesisir Barat hadiri monitoring dan evaluasi capaian vaksinasi COVID-19

Sekda Pesisir Barat hadiri monitoring dan evaluasi capaian vaksinasi COVID-19 (ANTARA/HO-Pemkab Pesisir Barat)

Bandarlampung (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat N.Lingga Kusuma, menghadiri acara monitoring dan evaluasi kinerja vaksinasi COVID- 19 di kabupaten setempat  tahun 2021 dan penyusunan strategi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahun 2022 di GSG Selalaw, Kamis (6/1).

Dalam sambutan Sekretaris Daerah Pesisir Barat N.Lingga kusuma, mengatakan pemerintah telah menetapkan pandemi COVID-19 sebagai bencana non alam. sejak  diumumkannya  kasus  konfirmasi pertama pada Maret 2020, dalam rentang waktu satu  bulan,  seluruh provinsi telah melaporkan kasus konfirmasi.

“Penyebaran COVID-19 tidak hanya terjadi di DKI Jakarta dan  kota  padat  penduduk lainnya, namun telah menyebar hingga ke pedesaan daerah terpencil. sampai dengan  3 Januari 2022, sebanyak 4.263.433 kasus konfirmasi COVID-19 telah dilaporkan di Indonesia dan tercatat sejumlah 144.102 orang meninggal,” kata N.Lingga kusuma

Lingga menjelaskan, di Kabupaten Pesisir Barat kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 924 orang dan kematian ada 44 orang, sembuh 880 orang. Sejak bulan November 2021 sampai dengan saat ini tidak ada kasus konfirmasi COVID-19.

Pandemi COVID-19 memberi tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, dan berdampak terhadap sistem kesehatan di Tanah Air yang terlihat dari penurunan kinerja pada beberapa program kesehatan. 

Pandemi COVID-19 juga memberi dampak besar bagi perekonomian yaitu membuat daya beli masyarakat, yang merupakan penompang perekonomian sebesar 60 persen, jatuh cukup dalam. Menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan pada dunia usaha sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha, dan seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga  komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti. 

Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/ penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-1 9, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (hard immunity) dan melindungi masyarakat dari COVID- 19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Upaya pencegahan melalui pemberian program vaksinasi jika dinilai dari sisi ekonomi, akan jauh lebih hemat biaya, apabila dibandingkan dengan upaya. Saat ini capaian vaksin Kabupaten Pesisir Barat sebagai berikut, dosis pertama total sasaran 115.157 orang dan yang sudah divaksin dosis 1 yaitu 83.242 orang atau 72,27 persen dan yang belum divaksin dosis 1 yaitu 31.915 orang, cakupan dosis 2 yaitu 49.420 orang atau 42,91 persen dan cakupan dosis 3 yaitu 602 orang atau 0,52 persen.

Sedangkan capaian vaksin lansia  yaitu berjumlah 10.954 dengan capaian 8.031 orang atau 73.32 persen, sasaran petugas publik 7.153 orang dan capaian petugas publik  4,710 atau 65.85 persen.