Wakil Bupati Bangli resmikan Gua Raja, kembangkan wisata air terjun

id pemkab bangli, wabup bangli, goa raja waterfall, Sang Nyoman Sedana Arta

Wakil Bupati Bangli resmikan Gua Raja, kembangkan wisata air terjun

Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengunjungi sekaligus meresmikan obyek wisata Goa Raja Waterfall, di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli. (Dok Humas)

Wakil Bupati Bangli, Bali, Sang Nyoman Sedana Arta mengunjungi sekaligus meresmikan objek wisata Gua Raja Waterfall, di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, untuk memperkenalkan dan mengembangkan objek wisata air terjun.

Bangli, Bali (ANTARA) - Wakil Bupati Bangli, Bali, Sang Nyoman Sedana Arta mengunjungi sekaligus meresmikan objek wisata Gua Raja Waterfall, di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, untuk memperkenalkan dan mengembangkan objek wisata air terjun. 

Berdasar Keterangan tertulis Diskominfo Bangli, Sabtu, Sedana Arta mengatakan sebagai daerah perbukitan, Bangli memiliki potensi alam yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam.

"Salah satunya adalah potensi air terjun yang sangat luar biasa. Apalagi belakangan ini, banyak warga yang secara swadaya mulai mengembangkan objek-objek wisata air terjun, salah satunya masyarakat Desa Jehem, Tembuku yang mengembangkan
Gua Raja Waterfall sebagai destinasi baru di Kabupaten Bangli," katanya. 
Baca juga: Launching Calendar of Event 2020, Wali Kota Banjarbaru ajak turis Bali menari baegal

Dalam meresmikan wisata air terjun itu, Wakil Bupati Bangli didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bangli I Wayan Diar dan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Bangli I Wayan Adnyana, Jumat (27/12). 

Dalam kunjungan ini, Wabup Sedana Arta juga menyaksikan pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gua Raja Waterfall dan Candi Tebing oleh Perbekel Desa Jehem Nengah Tesan Darmayasa.Menurut Wabup Sedana Arta, saat ini Tukad Cepung masih menjadi ikon air terjun di Kecamatan Tembuku.

Namun ia mengatakan jika dikelola dengan benar, potensi dari Gua Raja Waterfall tidak kalah dengan air terjun lainnya yang sudah lebih dulu terkenal.


Untuk saat ini, Kecamatan Tembuku ikonya itu kan Tukad Cepung. Itu pemasukanya setiap bulan bisa Rp200 juta lebih. Belum lagi dari kuliner yang sudah tertata apik sepanjang jalur Tukad Jepung. Namun saya yakin jika dikelola dengan benar, kedepan Gua Raja Waterfall tidak kalah dengan objek lainnya," ujarnya pula.

Pada kesempatan itu,  Sedana Arta juga berpesan untuk memulai sesuatu yang baru, tentu harus melewati tantangan yang tidak mudah, karena semua harus berproses.
Baca juga: Ketua PHRI Kota Denpasar raih dua penghargaan, "ITTA" dan "Suksma Bali"

Ia mengatakan biasanya semangat dalam memulai sesuatu itu sangat tinggi dan sangat mengebu-gebu.

Namun saat yang dibangun sudah besar biasanya akan mulai ada konflik dari dalam. Oleh karenanya ia meminta semangat dan kekompakan masyarakat Desa Jehem dalam mengembangkan Gua Raja Wawterfall bisa terus dijaga, sehingga objek ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Desa Jehem.

Untuk menjadikan Gua Raja Waterfall sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Bangli, tentu masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus dikerjakan. Bagaimana menjadikan objek ini lebih bersih dan menata objek ini lebih baik lagi.

“Potensi objek ini sangat luar biasa. Di sini masih bisa dikembangkan wisata spiritual, kuliner, flaying fox dan sebagainya. Di sini sekarang hadir Ketua DPRD Kabupaten Bangli Bapak Wayan Diar. Saya dan Pak Diar sudah berkomitmen akan mendukung pengembangan objek ini melalui APBD Kabupaten Bangli," katanya pula.

Baca juga: Wagub Bali optimistis kunjungan wisman ke Pulau Dewata tembus 6,4 juta

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar