Yustin Ficardo Sosialisasikan Kurang Gizi di Lampung Tengah

id Yustin Ficardo Sosialisasi Kurang Gizi, Yustin Ficardo, Aprilani Yustin Ficardo, Kurang Gizi Lampung, Stunting Lampung

Ketua TP PKK Lampung Aprilani Yustin Fiacrdo (tengah) saat sosialisasi kurang gizi/stunting di Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (11/2). (FOTO: ANTARA Lampung/ist))

Lampung Tengah (Antaranews Lampung) - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi lampung Aprilani Yustin Ficardo bersilaturahmi dengan masyarakat di Kampung Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah dalam rangka sosialisasi balita kurang gizi dan stunting, Minggu (11/2).

Menurut data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dirilis tahun 2017, jumlah kasus stunting di Kabupaten Lampung Tengah mencapai 59.838 jiwa. Desa Tanjung Rejo termasuk dalam daftar balita kurang gizi/stunting yang tinggi.

Karena itu Yustin Ficardo memberikan sosialisasi kepada warga Tanjung Rejo betapa penting status gizi balita.

Yustin yang juga istri Gubernur Lampung M Ridho Ficardo itu berpesan kepada orang tua untuk memperhatikan gizi anak-anak mereka mulai dari kandungan, yakni dengan cara rajin cek kehamilan dan imunisasi bayi secara lengkap serta memberikan ASI eksklusif.

Menurut Yustin, faktor utama yang menyebabkan jumlah kasus stunting atau gizi buruk adalah faktor ekonomi. Karena itu , Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menyejahterakan masyarakat Lampung Tengah.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Gubermur Ridho Ficardo adalah dengan memberikan perhatian khusus melalui program pertanian, termasuk pembangunan sumber daya manusia dengan memberikan beasiswa bagi anak petani melalui Perhiptani. Selain itu , Gubernur Ridho juga memberikan bantuan kepada 8 gabungan kelompok tani (gapoktan) di Lampung Tengah sebesar Rp680 juta.

Dalam silaturahmi itu, melalui Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Gubernur Ridho juga menyerahkan bantuan benih cabai dan sayur mayur kepada ibu-ibu kelompok wanita tani, obat-obatan pertanian kepada 29 kelompok tani, dan handsprayer kepada regu pengendali hama setempat.

Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar