Penumpang Bandara Radin Inten capai 3.000 orang usai larangan mudik

id Corona Lampung, bandara Radin inten, penumpang bandara

Penumpang Bandara Radin Inten capai 3.000 orang usai larangan mudik

Ilustrasi- Lalu lintas penumpang di Bandara Radin Intan II Lampung selepas pelarangan mudik. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Setelah larangan peniadaan mudik pergerakan penumpang per harinya bisa mencapai 1.800 hingga 3.000 orang, ini masih dalam rentang normal dengan pergerakan penerbangan mencapai 14 hingga 22 pesawat, ucapnya
Bandarlampung (ANTARA) - Pengelola Bandara Radin Inten II Lampung Selatan mencatat usai pelaksanaan larangan mudik pergerakan penumpang di bandara itu mencapai 3.000 orang per hari.

"Untuk lalu lintas di Bandara Radin Inten II usai peniadaan mudik Lebaran kembali normal sesuai lalu lintas di masa pandemi COVID-19," ujar Executive General Manager Bandara Radin Inten II Lampung, M. Hendra Irawan saat dihubungi di Bandarlampung, Kamis.

Dia mengatakan per hari tercatat pergerakan penumpang mencapai 1.800 hingga 3.000 orang.

Baca juga: 668 jamaah calon haji Bandarlampung telah divaksinasi

"Setelah larangan peniadaan mudik pergerakan penumpang per harinya bisa mencapai 1.800 hingga 3.000 orang, ini masih dalam rentang normal dengan pergerakan penerbangan mencapai 14 hingga 22 pesawat," ucapnya.

Ia menjelaskan untuk hari ini (27/5) ada empat maskapai yang melakukan pelayanan penerbangan.

"Untuk jadwal pada hari ini ada empat maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, dan Citilink yang melayani penumpang," katanya.

Baca juga: Terminal Rajabasa hentikan sementara penggunaan GeNose

Menurutnya, lalu lintas penerbangan di Bandara Radin Inten II mulai berangsur pulih dan penerapan protokol kesehatan tetap akan dilakukan dengan ketat.

"Syarat penerbangan setelah adanya perpanjangan addendum surat edaran Satgas COVID-19 No 13 tahun 2021 hingga 31 Mei mendatang, yakni tes cepat antigen dan tes usap hanya berlaku 1x24 jam, GeNose C19 harus dilakukan sebelum keberangkatan," ucapnya.
 
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar