Megasari : tidak ada penggantian Ketua DPD PAN

id Lampung,Metro,Partaipolitik,PAN,Megasari,DPDPAN,DPWPAN,Dualisme,Lampung.antaranews.com

Megasari : tidak ada penggantian Ketua DPD PAN

Rapat koordinasi DPD PAN Kota Metro. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

Ketua DPD tetap Megasari sampai berakhir periode 2020 dan segera mempersiapkan pilkada. Karena menjelang pilkada partai tidak boleh terpecah belah atau terjadi dualisme kepemimpinan, tambahnya
Metro (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Metro memastikan kepengurusan partai masih tetap berjalan seperti sebelum terjadinya polemik penggantian Ketua DPD PAN. 

"Ketum DPP Zulkifli Hasan sudah menyatakan bahwa tidak ada yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt). Beliau meminta kepengurusan DPD PAN Kota Metro dikembalikan seperti sebelumnya. Itu beliau sampaikan melalui pesan WhatsApp," kata Ketua DPD PAN Metro, Megasari, Selasa. 

Ia menjelaskan, kedatangan Wakil Ketua DPW PAN Lampung Sukandi ke DPD PAN Kota Metro membuktikan tidak adanya pergantian kepemimpinan DPD PAN Kota Metro. 

"Alhamdulilah agenda rapat hari Senin kemarin memutuskan dua hal. Pertama silahturahmi Wakil Ketua Bidang Agama DPW PAN Provinsi Lampung sebagai pendamping DPD Metro. Masalahnya sudah selesai, sudah diklarifikasi," jelasnya.

Dikatakannya, terkait dana saksi, tidak ada penyelewengan, sebab dana saksi tersebut sudah terdistribusi melalui koordinator masing-masing dapil, serta sudah dipertanggung jawabkan semua dengan menyerahkan kuitansi tanda bukti terima uang dan fotocopy KTP saksi-saksi dan form C1.

"Pertemuan kemarin itu dihadiri dan disaksikan Majelis Pimpinan Penasehat (MPP), DPC, DPRT, dan kader. Jadi telah diklarifikasi bahwa untuk di Kota Metro kondusif. Tidak ada masalah dan tidak benar adanya penyelewengan dana saksi," katanya.

Ia menambahkan, hasil koordinasi juga memutuskan DPD PAN Metro tetap solid dan kondusif. 

"Ketua DPD tetap Megasari sampai berakhir periode 2020 dan segera mempersiapkan pilkada. Karena menjelang pilkada partai tidak boleh terpecah belah atau terjadi dualisme kepemimpinan," tambahnya.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar