Kota Palembang punya 73 destinasi wisata yang terus dikembangkan

id pengembangan pariwisata, destinasi wisata palembang,dinas pariwisata,sungai musi,jembatan ampera

Jembatan Ampera Palembang, Sumsel, salah satu destinasi wisata andalan. (ANTARA /Feny Selly)

Palembang (ANTARA) - Kota Palembang, Sumatera Selatan memiliki 73 destinasi wisata dengan daya tarik yang cukup besar untuk dikunjungi wisatawan, yang sebagian besar belum dikembangkan, kata Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani.

"Banyak objek wisata di kota ini yang belum dikembangkan, sehingga memerlukan dukungan semua pihak dan lapisan masyarakat untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata yang menarik," kata Isnaini Madani di Palembang, Jumat.

Berdasarkan pemetaan potensi pariwisata di Bumi Srwijaya ini, ujar dia, terdapat 73 destinasi wisata yang memiliki daya tarik, namun baru sebagian kecil yang mendapat perhatian wisatawan karena kurang populer dan belum mendapat dukungan masyarakat untuk dikelola menjadi destinasi wisata andalan, ujarnya.

Beberapa objek wisata di Palembang yang dikenal wisatawan selama ini seperti Sungai Musi, Pulau Kemaro, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawar, Benteng kuto Besak, Jembatan Ampera, gudang Baba Buncit, pedestrian Sudirman, dan Bukit Siguntang.

Destinasi wisata yang sudah populer itu akan terus diperlihara dan ditambah fasilitas pendukungnya, sedangkan yang belum banyak dikunjungi wisatawan akan dilakukan penataan dan dipromosikan.

Dengan penataan dan dukungan masyarakat sekitar untuk memelihara serta melakukan penyambutan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke objek wisata, maka diharapkan pengembangan destinasi wisata bisa dilakukan dengan maksimal untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke Palembang.

Peningkatan jumlah wisatawan berkunjung ke kota ini dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan pendapatan asli daerah, mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kata Isnaini.




 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar