Fakultas Kedokteran UPH selenggarakan kuliah tiga dimensi soal misteri otak

id UPH, kuliah 3 dimensi, ristek, penanganan stroke

Perkuliahan dengan media 3 dimensi oleh Dekan Fakultas Kedokteran UPH Prof Dr Dr dr Eka J. Wahjoepramono, Sp.Bs, Ph.D. (Foto ANTARA/ Ganet Dirgantoro)

Jakarta (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan kuliah 3 dimensi (3D), salah satunya mengangkat tema misteri di dalam otak manusia yang diselenggarakan di Cinemaxx Plaza Semanggi, Jakarta Selatan.

"Kuliah 3D ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengangkat tema besar 'Eksplorasi Kehebatan Otak Manusia Dan Penyakit Yang Mengancam'," kata Dekan FK UPH Prof Dr Dr dr Eka J. Wahjoepramono Sp.Bs., Ph.D., di Jakarta, Jumat, selaku pemberi materi perkuliahan.

Hadir pada kesempatan ini Menteri Ristekdikti, Prof H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak, dan pejabat Kemenristekdikti, Rektor UPH Dr (Hon) Jonathan L. Parapak, M. Eng, Sc, juga rektor beserta dekan dan mahasiswa kedokteran dari beberapa universitas di Jakarta.

Prof Eka memaparkan kehebatan otak yang memiliki dua sistem yang menakjubkan. Pertama brain plasticity atau kemampuan otak untuk re-organisasi setelah mengalami cedera atau setelah mengalami sakit. Kedua adalah blood brain barrier, kemampuan otak untuk menghadang racun atau obat yang berbahaya agar tidak masuk ke otak.

Dalam kesempatan ini Prof. Eka juga menjelaskan berbagai kasus yang pernah ia tangani serta pemaparan penyebab dan beragam jenis penyakit yang menyebabkan kerusakkan otak.

Secara langsung, Prof Eka juga berbagi cara teknik bedah saraf yang ia lakukan dalam menangani kasus tersebut. Tentunya penjelasan dilengkapi dengan video 3D bedah saraf yang ia lakukan, sehingga para peserta seakan-akan menyaksikan secara langsung proses bedah saraf tersebut.

Dari seluruh kuliah umum ini, satu hal yang menjadi fokus bagi Prof Eka mengapa kuliah ini menjadi begitu penting.


Dalam kuliah umum tersebut Prof Eka menegaskan time is brain, artinya jangan sampai terlambat, mengatasi terjadinya permasalahan yang ada di otak, contohnya Stroke.

Prof Eka juga mengingatkan pentingnya melakukan check-up sejak dini di rumah sakit yang kompeten tentunya sangat penting, sehingga jika terjadi kelainan dapat ditangani sejak awal.

Selain itu bagi semua calon dokter, kuliah umum ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tapi untuk memberi stimulus bagi para mahasiswa dapat mandiri untuk lebih mengeksplorasi otak dan mampu menjadi dokter yang berkualitas.


Di kesempatan tersebut Menristekdikti mengapresiasi apa yang sudah di lakukan FK UPH dan mendorong universitas lainnya untuk berkolaborasi dan menghasilkan materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi.

"Dengan demikian tidak menutup kemungkinan, metode pembelajaran seperti ini proses pembelajaran bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, sehingga terwujudnya sistem pembelajaran class roomless bahkan borderless," kata M. Nasir.

Baca juga: London School-RS ON kerja sama cegah stroke
Baca juga: Johnson sang legenda atletik kampanyekan pendidikan soal stroke
Baca juga: Dokter: Pola sehat perbaiki hidup pasien stroke
Baca juga: Kata Pakar Stroke Mulai Cenderung Dialami Orang Muda
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar