Transjakarta lakukan penyesuaian layanan sikapi situasi Jakarta

id Rusuh ,Jakarta

Calon penumpang bus Transjakarta tujuan Ragunan antre di halte Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (1/1/2013). Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004, ditandai dengan peresmian Koridor 1 (Blok M-Kota), dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah rute Transjakarta mengalami penyesuaian, antara lain koridor 1 (Blok M-Kota),4A (Grogol-TU GAS), 4C (Bundaran Senayan- TU GAS), 5A (Melayu-Grogol), 6A (Ragunan-Monas).

Serta perpendekan layanan dengan tidak melayani kawasan Tanah Abang, seperti Tanah Abang-Batusari (8K), Tanah Abang-Blok M (1N), Tanah Abang-Kebayoran Lama (8C).

"Selain itu layanan bus wisata dan bus gratis juga sementara berhenti beroperasi," kata Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Masyarakat diminta untuk mengantisipasi perjalanan dengan mendapatkan informasi.

"Petugas Transjakarta di media sosial secara aktif menginformasikan," katanya.

Ia mengatakan penyesuaian layanan ini bersifat situasional. Bila pihak berwenang menyatakan situasi kondusif maka rute akan kembali sesuai jadwal.





 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar