Sebabkan banjir, Djohan minta DPUTR segera perbaiki tanggul jebol di Kebon Cengkeh

id Banjir,Metro

Sebabkan banjir, Djohan minta DPUTR segera perbaiki tanggul jebol di Kebon Cengkeh

Wakil Wali Kota Metro, Djohan meninjau titik jebolnya tanggul tersier di RT 14 RW 03 Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Jumat. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

Metro (ANTARA) - Wakil Wali Kota Metro, Djohan meninjau tanggul tersier yang jebol dan mengakibatkan banjir di RT 14 RW 03 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Jumat.

Djohan mengatakan tanggul tersier tersebut jebol lantaran kondisinya yang sudah rusak tidak mampu menahan debit air. Ditambah lagi, posisi tanggul lebih tinggi dibanding permukiman. 

"Iya tadi malam saya mendapat laporan kalau tanggulnya jebol. Katanya warga sudah menghubungi dinas terkait tapi tidak ditanggapi. Makanya tadi malam dan sekarang saya tinjau," katanya. 

Menurutnya, tanggul tersebut sebelumnya akan diperbaiki, namun tertunda karena anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro dialihkan untuk COVID-19. 

"Sudah masuk perencanaan dan bahkan sudah ada gambarnya. Tetapi karena ada COVID-19 makanya tertunda," ucapnya. 

Oleh sebab itu, Djohan meminta DPUTR untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut agar tidak mengakibatkan banjir. 

"Terutama yang jebol itu diperbaiki dulu. Ini tidak ada air karena pintu airnya ditutup. Kalau yang perbaikan tersiernya nanti dimasukkan ke ABT. Yang penting bagian yang jebol itu dulu," tegasnya. 

Kabid Pengairan DPUTR Kota Metro, Ferry Handono mengatakan, tersier tersebut akan segera diperbaiki, khususnya titik yang rawan jebol. 

"Nanti kita analisa. Kalau yang jebol nanti segera lah kita perbaiki. Kemudian juga pada titik-titik yang rawan jebol," terangnya. 

Saparudin, warga sekitar menuturkan, jebolnya tanggul tersier ini sudah terjadi hingga empat kali. Untuk sementara ini, bagian tanggul yang jebol ditutup menggunakan karung yang diisi pasir. 

"Kalau yang semalam abis isya mas jebolnya. Terus sama warga ditutup pintu air yang atas supaya airnya berenti. Kalau ketinggian air yang masuk rumah sekitar setengah meter," paparnya. 

Pihaknya berharap agar pemerintah segera memperbaiki tersier tersebut agar tidak lagi terjadi banjir di lingkungannya. 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar