Mentan dorong Lampung pengekspor nanas terbesar di dunia

id Nanas,ekspor nanas lampung,nanas lampung

Mentan dorong Lampung pengekspor nanas terbesar di dunia

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas produk olahan nanas kaleng PT GGP yang akan diekspor ke Belanda. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

"Kita adalah pengekspor nanas terbesar di dunia. Kita harus menjadikan Provinsi Lampung sebagai mentor, agar berbagai komoditas buah tropis semakin diminati dunia. Inilah yang harus kita dorong bersama," kata Mentan, usai meninjau pabrik pengolahan n
Lampung Tengah (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berkomitmen untuk mendorong Provinsi Lampung menjadi pengekspor nanas terbesar di dunia. 

"Kita adalah pengekspor nanas terbesar di dunia. Kita harus menjadikan Provinsi Lampung sebagai mentor, agar berbagai komoditas buah tropis semakin diminati dunia. Inilah yang harus kita dorong bersama," kata Mentan, usai meninjau pabrik pengolahan nanas PT Great Giant Pineapple (GGP), di Lampung Tengah, Selasa.

Dia mengatakan, nanas kaleng yang diekspor oleh PT GGP, yakni ke Belanda, Amerika Serikat, dan negara tujuan lainnya. Artinya, produk hasil pertanian di Indonesia diminati oleh negara lain. 

"Ini yang harus kita dorong, karena buah-buahan tropis di Indonesia diminati oleh negara lain," katanya lagi. 
Baca juga: Gubernur Arinal dorong pertumbuhan ekspor Lampung

Dengan banyak mengekspor, lanjut Mentan, berarti akan menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

"Kalau impor saya sangat malas. Kenapa, karena impor itu sama saja merendahkan harga diri bangsa," katanya pula. 

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berterima kasih kepada Mentan, mengingat meskipun baru berkunjung ke Lampung sudah memahami potensi yang ada di Provinsi Lampung. 

"Banyak produk-produk buah dari Lampung yang sudah ke tingkat nasional bahkan dunia. Tinggal menunggu waktu saja, Lampung ke depan akan berjaya," katanya pula.
Baca juga: PT GGP ekspor buah segar ke 60 negara
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar