Harga emas turun tajam setelah dolar naik

id harga emas berjangka,COMEX New York Mercantile Exchange

Suasana transaksi emas batangan di Butik Emas Logam Mulia Mall Ambasador, Jakarta, Senin (24/6/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena laporan pekerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan mengangkat dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, jatuh 20,80 dolar AS atau 1,46 persen, menjadi menetap di 1.400,10 dolar AS per ounce.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/7/2019) bahwa pengusaha-pengusaha Amerika Serikat menambahkan 224.000 pekerjaan baru pada Juni, lebih tinggi dari 165.000 pekerjaan yang diperkirakan oleh banyak ekonom.

Kenaikan lapangan pekerjaan terutama terjadi di layanan profesional dan bisnis, di perawatan kesehatan, dan di transportasi serta pergudangan.

Sementara itu, tingkat pengangguran sedikit berubah pada 3,7 persen.

Data pekerjaan yang lebih kuat dari yang diperkirakan, pada tingkat tertentu, memperlemah harapan untuk penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (bank sentral AS) dan pada gilirannya memperkuat dolar AS, kata analis pasar.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,56 persen menjadi 97,31 sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas berjangka Jumat (5/7/2019).

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 33,5 sen AS atau 2,18 persen menjadi ditutup pada 15,001 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 32,20 dolar AS atau 3,82 persen, menjadi 811,40 dolar per ounce.
Baca juga: Dolar AS menguat didukung data ekonomi bagus
Baca juga: Cadangan devisa Indonesia naik jadi 123,8 miliar dolar AS pada akhir Juni
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar