China larang kapal India memasuki wilayahnya setelah 11 awak positif COVID

id kasus covid India, strain baru covid India, impor Covid China,COVID impor India

China larang kapal India memasuki wilayahnya setelah 11 awak positif COVID

Orang-orang berbelanja di pasar yang ramai saat pandemi COVID-19 di Mumbai, India, Senin (5/4/2021). India melaporkan lonjakan terbesar dalam satu hari terkait kasus virus corona yang dikonfirmasi sejak pandemi dimulai, yaitu sebanyak 103.558 infeksi COVID-19 baru dalam 24 jam terakhir melampaui puncak sebelumnya 97.894 kasus harian yang tercatat pada akhir September. ANTARA FOTO/REUTERS/Niharika Kulkarni/rwa.

Beijing (ANTARA) - China tidak mengizinkan kapal-kapal kargo yang berlayar dari India memasuki wilayahnya setelah ditemukan 11 awak positif COVID-19 varian India.

"Mutasi COVID yang ditemukan di India telah terdeteksi di beberapa kota di China," kata Kepala Bidang Epidemiologi Pusat Pengendalian Penyakit Menular China (CCDC) Wu Zunyou, Kamis (29/4).

Pihak Pelabuhan Zhoushan di Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang, menemukan 11 awak kapal berkewarganegaraan China positif COVID-19.

Semua awak kapal itu baru datang dari India, demikian otoritas pelabuhan.

Global Times melaporkan bahwa dua dari 11 awak kapal Huayang Chaoyang dalam kondisi parah di rumah sakit setempat.

Kapal Huayang Chaoyang yang terdaftar di Hong Kong itu sejak 2021 singgah di Pelabuhan Chittagong (Bangladesh), Kakinada (India), Singapura, dan Xiamen, Provinsi Fujian.

Saat ini kapal tersebut sedang antre reparasi di Zhoushan.

Pihak Pelabuhan Zhoushan menyatakan bahwa semua kapal yang pernah singgah di India dalam tempo tiga bulan terakhir tidak diizinkan mendarat di pelabuhan di wilayah timur daratan Tiongkok itu.

Banyak kapal tujuan Zhoushan yang singgah di India dalam perjalanan dari Eropa ke China.

Sementara itu, di Kota Chongqing juga kedapatan satu kasus dari India.

Wu mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi peningkatan kasus impor dan langkah-langkah pengendalian epidemi karena China telah berinvestasi banyak untuk mendapatkan hasil yang baik dalam pengendalian epidemi.

Lonjakan COVID-19 terbaru di India telah memberikan peringatan keras bahwa pengendalian epidemi adalah tugas yang rumit, sulit dan jangka panjang, demikian Wu.