Kandang badak baru di Suaka Rhino Sumatera diresmikan

id Way kambas, badak sumatera, Lampung

Kandang badak baru di Suaka Rhino Sumatera diresmikan

Kandang Badak yang baru  di Pusat Penangkaran Badak Sumatera dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur/foto Antaralampung/Muklasin.

Lampung Timur (ANTARA) - Kandang badak  di Pusat Penangkaran Badak Sumatera kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur bertambah luas 120 hektare dan telah diresmikan sehingga sudah bisa difungsikan sebagai tempat berkembangbiak badak.

Peresmian kandang badak baru itu dilaksanakan di Pusat Penangkaran Badak Sumatera atau Suaka Rhino Sumatera pada Rabu.


Kepala Balai TNWK Subakir mengatakan luas kandang badak yang baru diresmikan 120 hektare. Adapun kandang yang lama luasnya 100 hektare.

Subakir menjelaskan fasilitas dalam kandang baru itu tidak jauh berbeda dengan kandang badak yang lama.

"Terdapat lima kandang, masing-masing kandang badak luasnya 20 hektare, sisanya sebagai tempat kawin badak (reproduksi)," ujarnya.

Subakir mengungkapkan, kandang badak yang baru diresmikan itu bakal diisi badak hasil tangkapan dari hutan. 

"Akan ada penangkapan badak baru dari alam, di masukan dalam kandang ini," jelasnya.

Subakir menyebutkan, ada  tiga badak tangkapan yang akan ditangkarkan dalam kandang baru itu.

"Ada tiga ekor,  dua betina dan satu jantan," ujarnya.

Dia berharap,  adanya penambahan luas kandang itu,  badak sumatera populasinya terus bertambah.

"Adanya kandang baru ini diharapkan badak bertambah banyak populasinya," ujar dia.

Pada peresmian itu, dilakukan pelepasan badak sumatera "Harapan" ke dalam kandang badak yang baru tersebut.

Direktur Keaneragaman Hayati dan Konservasi  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indra Exploitasia mengatakan kementeriannya berharap adanya kandang badak baru itu bisa membawa badak sumatera berkembang biak dan hidup lestari dalam habitat aslinya. 

Indra menegaskan  Kementeriannya bertugas tidak hanya menyelamatkan satwa badak sumatera di Lampung namun menyelamatkan populasi badak yang terdapat di Aceh dan Kalimantan.

"Tugas kami ini tidak hanya untuk menyelamatkan badak sumatera saja tapi menyelamatkan populasi satwa lainnya seperti harimau sumatera," ujar dia. 
 
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberi sambutan pada peresmian Kandang Badak yang baru  di Pusat Penangkaran Badak Sumatera dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timu, Rabu (30/10) Foto Antaralampung/Muklasin.


Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan populasi badak sumatera saat ini tersisa 80 ekor. 

Persebaran badak sumatera di Lampung, kata Gubernur, terdapat dalam kawasan hutan Way Kambas dan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. 

Sehubungan itu, Gubernur meminta kepada kepala balai kedua taman nasional itu dan semua pihak melindungi hutan berikut isinya. 

"Hutan dua taman nasiona ini harus kita jaga dari orang yang merusak.  Kepada kedua kepala balai dan petugas laiinya, jaga hutan dan lakukan patroli, orang yang merusak hutan beri hukuman yang setimpal," ujar dia. 

Guburnur Arinal juga berharap Kepada Kementerian LHK bisa menginisiasi nota kesepakatan bersama melindungi hutan dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung dan Gorem 043 Gatam Lampung. 

"Untuk kita pertahankan hutan ini," jelasnya. 
 
Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar