Kacab Jasa Raharja Maluku Dimakamkan Di Lampung

id almarhum kacab jasa raharja maluku, muhammad ferhat

Kacab Jasa Raharja Maluku Dimakamkan Di Lampung

Karangan bunga ucapan bela sungkawa di rumah duka di Bandarlampung atas meninggalnya Muhammad Ferhat, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Maluku pada Senin (5/12) malam di Ambon, Maluku (Foto Antaralampung.com/Roy BP)

...Istri almarhum mendapatkan sepucuk surat, isinya baru bisa dibuka setelah beliau meninggal dunia itu pesannya," kata dia...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Jenasah almarhum Muhammad Ferhat, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Maluku, yang meninggal dunia di Ambon, Maluku, Senin (5/12) malam dimakamkan di kampung halamannya di Lampung.

Menurut keterangan keluarganya, sehari sebelum meninggal dunia, almarhum sempat meninggalkan sepucuk surat wasiat untuk keluarganya.

"Berita ini tentunya membuat kaget sekeluarga, sebab beliau baru tiga bulan menjabat di sana (Maluku)," kata Wahyudi, kakak ipar almarhum saat ditemui di rumah duka di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, kepergian almarhum menyisakan kesedihan yang sangat mendalam bagi seluruh keluarga, sebab tidak ada firasat atau pesan apapun sebelum meninggal,  hanya saja sehari yang lalu istrinya Riani Lestari (42) mendapatkan sepucuk surat.

"Istri almarhum mendapatkan sepucuk surat, isinya baru bisa dibuka setelah beliau meninggal dunia itu pesannya," kata dia.

Menurut Wahyudi, pesan itu sangat unik sebab almarhum M Ferhat seakan sudah mengetahui bahwa dirinya akan meninggal dunia. "Sampai saat ini belum diketahui isi surat tersebut," kata dia.

Hal senada disampaikan, M. Hafifi, kakak almarhum Muhammad Ferhat yang mengatakan, sebelum mendapatkan kabar adiknya meninggal dunia, pada malam harinya dirinya tertawa mengenang masa kecil bersama adiknya.

"Saya kemarin malam tertawa sendiri mengingat masa kecil kami, tidak lama kemudian mendengan kabar adik saya sudah tiada," katanya.

Almarhum Muhammad Fer meninggalkan tiga orang anak, yakni Syafira (20), Saksia (16) dan seorang anak laki-laki Faturahman (13).

Ia mengatakan, almarhum merupakan sosok yang mudah bergaul dan rajin beribadah sejak kecil. "Sosok yang mudah bergaul dan rajin ibadah," kata dia.

Almarhum meninggal dunia di usia 50 tahun di RS Latumenten, Ambon, pada Senin (5/12) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Menurut dokter almarhum meninggal karena sakit jantung.

Jenasah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kupang Teba, Teluk Betung Bandarlampung. (Ant)
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar