Pemkot Bandarlampung segera tindak hotel yang nunggak pajak

id Pemkot,Bnadarlampung,Tunggak pajak,Wajib pajak,Pajak daerah

Pemkot Bandarlampung segera tindak hotel yang nunggak pajak

Salah satu restoran di Bandarlampung yang disegel sementara oleh Tim Pengendalian, Pemeriksaan, dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) karena menunggak pajak. Senin, (21/6/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Daerah
Bandarlampung (ANTARA) -
Tim Pengendalian Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (P4D) Pemkot Bandarlampung menegaskan segera melakukan tindakan penyegelan terhadap sejumlah hotel yang diketahui menunggak pajak kepada pemerintah kota ini.

"Ada tujuh hotel yang menunggak pajak ke pemerintah kota, kalau kita akumulasikan besaran uangnya sekitar Rp800 juta," kata Kepala BPPRD Kota Bandarlampung, Yanwardi, di Bandarlampung, Senin.

Ia menegaskan bahwa untuk pajak ke tujuh hotel tersebut pemerintah tidak akan memberikan keringanan apapun sebab ke semuanya masih aktif beroperasi, sedangkan tunggakkan pajak mereka terhitung sudah sejak Januari 2019.

"Kita sudah berikan surat pemberitahuan dan peringatan sampai tiga kali namun hingga saat ini belum ada yang melapor dari tujuh hotel itu," kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Pengendalian, Pemeriksaan, dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung M Umar, menegaskan tim dalam waktu dekat akan turun ke lapangan guna mengecek tempat hiburan dan hotel yang menunggak pajak.

Dia pun menghimbau agar para pengusaha baik hotel, kafe dan restoran yang masih memilki tunggakan pajak agar segera menyelesaikan persoalannya sebelum tim datang untuk menyeegel tempat usahanya.

"BPPRD sudah mengirim surat kepada pengusaha hotel untuk menyelsaikan tunggakan-tunggakan itu tapi sejumlah hotel belum meresponnya dan apabila itu tidak diselesaikan kami akan lakukan penindakan dengan menyegel usahanya," kata dia.

Namun, lanjut dia, menurut laporan BPPRD pula sudah ada beberapa pemilik usaha di kota ini yang sedang mengurus atau menyelesaikan tunggakkan pajaknya.
 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar