Di Bandarlampung banyak bangunan berdiri di atas saluran air

id Lampung ,Bandarlampung ,Kota Bandarlampung

Di Bandarlampung banyak bangunan berdiri di atas saluran air

Tim Satgas Penertiban Bangunan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Permukiman, Dinas Perhubungan dan Satop PP sedang melakukan penyisiran bangunan yang berdiri di atas aliran sungai salah satu penyebab banjir. Bandarlampung, Jumat (7/3/2025). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menemukan banyak bangunan berdiri di atas saluran air di lima kecamatan yang menjadi salah satu penyebab banjir saat hujan lebat mengguyur kota ini.

"Kami sudah berkeliling menyusuri sungai-sungai di kota, dan di lima kecamatan banyak bangunan berdiri di atas saluran air," kata Ketua Satgas Penertiban Bangunan Kota Bandarlampung Anthoni Irawan, di Bandarlampung, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa seperti yang diketahui salah satu penyebab banjir di kota ini yakni penyempitan sungai karena adanya bangunan-bangunan yang berdiri di atasnya.

"Sehingga atas perintah Wali Kota Bandarlampung, kami Tim Satgas Penertiban Bangunan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Permukiman, Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan terus menyisir sungai-sungai di kota ini. Bila ditemukan bangunan yang melanggar maka kami akan mengedukasi pemilik rumah terlebih dahulu," kata dia.

Ia mengatakan bahwa memang dari penelusuran tim ini, ada beberapa pemilik rumah yang masih belum mau membongkar rumahnya walaupun mereka salah, namun pemerintah akan terus memberikan edukasi secara humanis kepada warga.

"Kami mengedepankan sisi humanis dalam persoalan ini. Kami kasih pengertian bahwa rumah mereka ini salah dan menjadi penyebab banjir. Tentunya kita tidak mau banjir lebih besar terjadi akibat rumah yang bersangkutan," kata dia.

Anthoni pun menyampaikan bahwa rumah warga yang dibongkar nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Tentunya nanti akan ada bantuan dari pemerintah, baik itu nanti akan dibangun kembali rumahnya tapi tidak di atas sungai kembali," kata dia.

Camat Wayhalim Darwono menjelaskan bahwa pihaknya pun telah menghimbau warga yang memiliki bangunan namun melanggar garis sempadan sungai harus dibongkar agar tidak mempersempit alur air.

“Di Jalan Panorama 1 kemarin, ada bangunan yang melanggar. Besoknya setelah diimbau bangunan tersebut telah dibongkar oleh pemiliknya langsung,” kata dia.