Vaksin Sinovac kantongi izin pemasaran di China, ditoleransi buat kaum lansia

id Sinovac dapat izin pemasaran,vaksin Sinovac,vaksinasi Sinovac, Coronavac

Vaksin Sinovac kantongi izin pemasaran di China, ditoleransi buat kaum lansia

Seorang petugas vaksinator menyiapkan vaksin CoronaVac di jarum suntik saat vaksinasi COVID-19 dosis kedua untuk sumber daya manusia kesehatan di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (28/1/2021). Pemerintah Indonesia menargetkan jumlah realisasi vaksinasi COVID-19 bisa terus meningkat hingga 1 juta orang setiap hari karena sudah ada 30.000 vaksinator, yang tersebar di 10.000 Puskesmas dan 3.000 rumah sakit. ANTARA FOTO/FB Anggoro/21. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Tingkat kemanjuran vaksin biasanya berkurang pada orang tua karena menurunnya kekebalan tubuh
Beijing (ANTARA) - Vaksin CoronaVac yang dikembangkan oleh Sinovac mendapatkan izin pemasaran di China, hasil uji klinisnya menunjukkan bisa ditoleransi dengan baik oleh kaum lansia berusia 60 tahun ke atas.

Vaksin yang diujikan kepada orang tua berusia 60 tahun ke atas itu juga bisa menimbulkan imunitas humoral, demikian laporan Siovac yang dikutip sejumlah media di China, Kamis.

Tingkat kemanjuran vaksin biasanya berkurang pada orang tua karena menurunnya tingkat kekebalan tubuh.

Namun uji klinis Sinovac menunjukkan hasil yang berbeda karena ternyata dapat ditoleransi dengan baik dan menciptakan imunogenik pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas yang dalam kondisi sehat.

Regulator pemasaran obat-obatan China telah memberikan persetujuan pemasaran CoronaVac di dalam negeri mulai Rabu (3/2).

Dengan demikian, penggunaan vaksin secara massal di China menunjukkan kemajuan karena sebelumnya Sinopharm juga mendapatkan izin yang sama pada 31 Desember 2020.

Sebelumnya vaksin buatan China hanya direkomendasikan untuk masyarakat berusia 18 hingga 59 tahun.

Sinovac mengekspor produknya ke beberapa negara, termasuk Indonesia yang saat ini digunakan vaksinasi untuk kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti petugas medis dan pejabat publik.
Baca juga: Presiden jalani vaksinasi COVID-19 kedua Rabu esok
Baca juga: China enggan bersaing dengan vaksin India