Oscar Collazo pertahankan gelar WBA dan WBO melalui KO

id tinju dunia,tinju wba,juara minimum wba,juara wbo,petinju oscar collazo,petinju edwin cano,collazo lawan cano,berita tin

Oscar Collazo pertahankan gelar WBA dan WBO melalui KO

Petinju asal Puerto Rico Oscar Collazo berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas minimum WBA dan WBO dengan kemenangan knockout (KO) atas Edwin Cano Hernandez. (Laman resmi WBA)

Jakarta (ANTARA) - Petinju asal Puerto Rico Oscar Collazo berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas minimum World Boxing Association (WBA) dan World Boxing Organization (WBO) dengan kemenangan knockout (KO) atas Edwin Cano Hernandez di Poliforum Beniro Juarez, Cancun, Meksiko.

"Collazo, yang merebut gelar WBA bulan November (2024) lalu di Riyadh, Arab Saudi, dengan kemenangan KO atas petinju veteran Thailand, Thammanoon Niyomtrong, tidak membuang-buang waktu untuk menegaskan dominasinya di arena yang tidak bersahabat," demikian laporan WBA melalui laman resmi asosiasi itu yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Sejak bel pertandingan berbunyi, sang juara asal Puerto Rico itu menampilkan sebuah serangan klinik, dengan menggunakan jab tajam dan kombinasi hook tajam untuk merobohkan Cano.

Cano menunjukkan semangat yang luar biasa, namun kesulitan untuk mengimbangi kecepatan dan ketepatan dari Collazo.

Akhir dari laga ini terjadi pada ronde kelima, saat Collazo melepaskan kombinasi tajam yang menjatuhkan Cano ke atas kanvas.

Petinju Meksiko itu mencoba bangkit untuk melanjutkan pertarungan di hadapan pendukung tuan rumah. Namun, ia tidak dapat mengalahkan hitungan wasit.

Collazo memastikan kemenangan besarnya sekaligus menambah rekor kemenangan yang dicapai melalui KO.

Dengan kemenangan itu, rekor Collazo menjadi 12 kemenangan dengan sembilan kemenangan KO, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai kekuatan yang tangguh dalam divisi 105 pound dan salah satu bintang tinju yang sedang naik daun di Puerto Rico.

Sementara Cano, kini memiliki rekor 13 kemenangan (empat KO), tiga kekalahan, dan satu seri. Ia menunjukkan kegigihannya namun pada akhirnya gagal melawan sang juara bertahan.