Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung sebut optimalisasi bonus demografi dapat tingkatkan SDM produktif

Selasa, 4 Maret 2025 19:45 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (berdasi biru) bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Pemerintah daerah akan memperkuat sumber daya manusia agar menjadi sumber daya manusia yang unggul dan produktif

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemerintah daerah akan berusaha membuat sumber daya manusia (SDM) di daerahnya menjadi lebih produktif dan unggul untuk mengoptimalkan bonus demografi pada 2030.

"Pemerintah daerah akan memperkuat sumber daya manusia agar menjadi sumber daya manusia yang unggul dan produktif yaitu dengan meningkatkan kehidupan manusia yang beradab, berkeadilan, berkelanjutan dan tata kelola yang efektif serta berintegritas," ujarnya di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan Provinsi Lampung akan menghadapi bonus demografi pada 2030 dengan jumlah usia produktif 6,7 juta jiwa atau 68 persen dari populasi saat ini. Dengan kondisi tersebut pengelolaan sumber daya manusia harus dioptimalkan agar bonus demografi dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan daerah dan tidak menjadi beban bagi pembangunan ke depan.

"Sumber daya manusia harus dioptimalkan bersamaan dengan pengoptimalan potensi sumber daya alam yang melimpah dengan letak geografis yang strategis. Sehingga akan menjadi peluang untuk meningkatkan investasi dan mendorong Lampung menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, pariwisata, dan industri yang berskala nasional hingga global," katanya.

Ia mengatakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing, pihaknya juga mengajak semua pihak bekerja produktif, aktif, adaptif, inovatif, dan kolaboratif.

"Ini juga dilakukan bersamaan dengan mendorong ekonomi Lampung jadi ekonomi yang inklusif dan menuju kemandirian serta memiliki inovasi," ucap dia.

Menurut dia, di tengah potensi bonus demografi dan melimpahnya sumber daya alam, Lampung masih menghadapi permasalahan pembangunan seperti pertumbuhan ekonomi 4,57 persen yang di bawah rata-rata nasional serta tingkat kemiskinan 10,62 persen yang masih di atas angka rata-rata nasional.

Kemudian tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,19 persen dan indeks pembangunan manusia (IPM) 73,13, di mana angka itu menunjukkan masih jauh dari angka rata-rata IPM nasional.

"Memperbaiki kondisi di atas memerlukan upaya yang sangat luar biasa, kita perlu kolaborasi karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan harus berperan jadi kolaborator. Serta pemerintah harus bisa mengajak masyarakat dan dunia usaha membangun Lampung bersama-sama," tambahnya.

Baca juga: Gubernur Lampung tetap prioritaskan pembangunan infrastruktur

Baca juga: Jalan masih berlubang, Gubernur Lampung: Segera perbaiki

Baca juga: Gubernur Lampung: Perlu tambahan daerah resapan air untuk cegah banjir



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026