Kementerian Kepabeanan China larang 219 orang beli produk "duty free" di Hainan

id Hainan, wisata Hainan,Provinsi Hainan, duty free,barang duty free di China,wisata china

Kementerian Kepabeanan China larang 219 orang beli produk "duty free" di Hainan

Ilustrasi-- Lanskap atau pemandangan di Haikou, ibu kota Provinsi Hainan, Tiongkok yang diabadikan pada tanggal 18 Desember 2018. (ANTARA/AsiaNet)

28 orang dikenai sanksi akibat tidak meninggalkan daerah wisata di wilayah selatan China itu
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kepabeanan China (GAC), Kamis, mengumumkan larangan membeli produk-produk bebas pajak atau duty free di Provinsi Hainan bagi  219 orang selama tiga tahun.

Di antara orang-orang yang masuk daftar hitam itu terdapat 28 orang yang dikenai sanksi akibat tidak meninggalkan daerah wisata di wilayah selatan China itu dengan membawa barang-barang duty free.

Sementara sisanya terlibat penjualan barang-barang yang dibeli dari toko-toko duty free di pulau itu untuk kepentingan pribadi.

Mulai 1 Juni 2020, GAC telah meningkatkan kuota belanja bebas pajak tahunan dari 30.000 yuan (Rp65,9 juta) menjadi 100.000 yuan (Rp219,9 juta) untuk setiap orang di Hainan.

Kategori barang bebas pajak juga ditambah dari 38 item menjadi 45 item, termasuk telepon selular dan komputer jinjing (laptop).

GAC mendapati beberapa orang mengambil keuntungan secara tidak wajar dengan memanfaatkan kebijakan baru tersebut.

Karena itu GAC akan terus meningkatkan pengawasan dan menindak tegas pelaku pelanggaran, demikian People's Daily. 
Baca juga: Tembok Besar Palsu di China senilai Rp216 miliar picu perdebatan
Baca juga: Wonderful Indonesia hadir di Pameran Budaya Internasional di Beijing, China
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar