Pelaku usaha pariwisata diminta tak ragu menjual wisata halal

id Aceh,Pemerintah Aceh,Provinsi Aceh,Pemprov Aceh,wisata halal

Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin. ANTARA/M Haris SA

Jangan pernah ragu mempromosikan dan menjual wisata halal. Wisata halal juga disukai wisatawan nonmuslim.
Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin meminta kalangan pelaku usaha pariwisata tidak ragu menjual wisata halal di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

"Jangan pernah ragu mempromosikan dan menjual wisata halal. Wisata halal juga disukai wisatawan nonmuslim," kata Wakil Wali Kota Zainal Arifin di Banda Aceh, Selasa.

Zainal Arifin menyebutkan, wisata halal menjadi tren pariwisata dunia. Wisata halal juga terkait dengan kuliner. Secara ilmu kesehatan, kuliner halal baik bagi kesehatan.

Selain wisata halal, Wakil Wali Kota Banda Aceh juga mengajak pelaku usaha pariwisata turut mempromosikan destinasi pariwisata. Destinasi pariwisata yang dipromosikan tidak hanya di Banda Aceh, tetapi juga daerah lainnya di Provinsi Aceh.

"Tidak hanya yang ada di Banda Aceh, tetapi juga di Aceh, baik itu Aceh Besar, Sabang, maupun kabupaten/kota lainnya. Setiap wisatawan berkunjung ke Aceh, tentu singgah di Banda Aceh," kata Zainal Arifin.

Wakil Wali Kota menyebutkan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia sektor pariwisata. Sebab, pariwisata merupakan sektor andalan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Pariwisata adalah pintu untuk menyejahterakan masyarakat. Semakin banyak wisatawan berkunjung ke Banda Aceh, tentu akan memberi dampak sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti transportasi, kerajinan, dan lainnya," kata Zainal Arifin.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar pihaknya terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke ibu kota Provinsi Aceh tersebut dengan mengembangkan sejumlah destinasi baru.

"Selain mengembangkan destinasi, kami juga berupaya meningkatkan kapasitas tata kelola pelaku pariwisata dalam mengelola objek wisata yang mereka usahakan," kata Iskandar.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar