Festival Budaya Tradisional Taman Purbakala akan di gelar di Lampung Timur

id pugung raharjo, festival budaya tradisional pugung raharjo,lampung timur

Poster rencana kegiatan Festival Budaya Tradisional Pugung Raharjo, Lampung Timur. (antaralampung/muklasin-ist)

Kesenian dan kebudayaan nanti ditampilkan lewat pawai budaya dan dipentaskan di panggung
Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, akan menyelenggarakan Festival Budaya Tradisional Taman Purbakala Pugung Raharjo, yang berlokasi di situs Taman Purbakala Pugung Raharjo, Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, pada tanggal 26 April sampai dengan 28 April 2019.

Mewakili Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur, Meidah Ulfah, Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan , I Ketut Suhandrika di Lampung Timur, Kamis, mengatakan Festival Budaya Tradisional Pugung Raharjo baru pertama kali diadakan.

Festival akan banyak mengangkat kebudayaan dan kesenian masyarakat yang hidup di wilayah Lampung Timur namun porsinya lebih banyak mengangkat budaya dan seni masyarakat sekitar situs Taman Purbakala Pugung Raharjo yakni masyarakat Sekappung Limo Mego Marga Sekappung Udik.

"Di sekitar situs Cagar Budaya Pugung Raharjo ada masyarakat enam desa yang bermarga Sekappung Limo Mego Marga Sekapung Udik, kita ingin mengangkat budaya mereka lewat festival budaya ini," ujarnya. Kegiatan ini, sekaligus mengenalkan situs purbakala ke masyarakat umum,

Ia menambahkan, kebudayaan dan kesenian Masyarakat Marga Sekappung Limo Mego Marga Sekapung Udik akan dipentaskan pada hari pertama, berikut budaya dan kesenian masyarakat Marga Melinting.

"Kesenian dan kebudayaan nanti ditampilkan lewat pawai budaya dan dipentaskan di panggung," ujarnya.

Selain itu, kesenian dan budaya masyarakat nusantara turut diangkat.

"Disamping budaya Lampung, akan ditampilkan beragam budaya dan kesenian nusantara, misalnya budaya dari Padang, dari Sunda, dari Bali, nanti ditampilkan pada hari kedua," tambahnya.

Pada hari ketiganya juga akan dipentaskan, parade permainan tradisional yang berkembang di nusantara.

"Tanggal 28 pagi, akan diadakan parade permainan tradisional Lampung dan permainan tradisional yang tumbuh berkembang di Lampung. Tiga hari festival itu mengangkat unsur-unsur seni dan budaya yang ada di Lampung," jelasnya.

Dia menyatakan, Festival Kebudayaan Tradisional di Pugung Raharjo ini akan sama semaraknya dengan Festival Way Kambas yang selama ini digelar dan menjadi kebanggaan.

"Festival ini harapannya ke depan juga menjadi ikon Lampung Timur, selain Festival Way Kambas," lanjutnya.

Suhandrika menambahkan, secara umum rangkaian acaranya, pada Jumat, 26 April Jelajah Cagar Budaya, Parade Marching Band Pelajar, Lomba Liga Dangdut 2019 Lampung Timur, Lomba Foto Selfie, Donor Darah dan Pasar Murah, Pawai Budaya Sekappung Limo Mego Marga Sekappung Udik, Marga Melinting, Sajian Seni Budaya Sekappung Limo Mego Marga Sekappung, Marga Melinting, Bazzar Kuliner Tradisional, Pameran Budaya, dan Agro Wisata.

Acara hari Sabtu, 27 April 2019 Lomba mewarnai dan melukis cagar budaya untuk kalangan TK dan SD, Jalan Sehat Semarak HUT Lampung Timur, Festival Band, Pagelaran Ragam Budaya Nusantara, Sarasehan HAM, perspektif HAM dalam kaca mata kearifan budaya lokal

Minggu, 28 April 2019 acaranya Atraksi Permainan dan Pameran Permainan Tradisional, Seni Pencak Silat Kolosal, Hiburan dari artis Duo Intan dan Stand Up Comedy Lampung, Newendi.

Sementara itu, situs Purbakala Pugung Raharjo atau sering disebut Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan situs arkeologi yang terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.

Di dalam kompleks situs ini terdapat peninggalan dari masa kebudayaan megalit seperti arca, punden berundak, batu mayat(batu kandang), altar batu, menhir, batu berlubang, dan dolmen peninggalan dari periode klasik berupa batu prasasti dan keramik asal dinasti Han, Sung, dan Ming.

Lokasi keberadaan taman purbakala ini dikelilingi oleh tanggul , yang terkait dengan bekas benteng, yang juga ditemukan pada kompleks ini.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar