Presiden Gunakan Bahasa Batak saat Peresmian Bandara Silangit

id Bandara Silangit, Toba Samosir, Balige

Presiden Jokowi dan rombongan disambut dengan prosesi pemberian Ulos saat tiba di Bandara Silangit, Sumut (1/3/16)/dokumentasi. (Setpres/Ari Setiawan)

Jakarta (ANTARA Lampung) - Presiden Joko Widodo menggunakan bahasa Batak saat meresmikan Terminal Bandar Udara Internasional Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
       
"Buka ma pintu, buka ma tangan si nungga rade labuhan di hita internasional. Saya ulang, Buka ma pintu, buka ma tangan si nungga rade labuhan di hita internasional," kata Presiden Joko Widodo yang disambut tepuk tangan pejabat dan masyarakat yang menghadiri peresmian terminal Bandara Internasional Silangit, Jumat.
       
Terjemahan bebas dari kaliman tersebut adalah "siapkan diri untuk berubah karena sudah tersedia bandara internasional"
  
"74 ribu tahun silam, wilayah Danau Toba yang indah ini lahir dari letusan mahadahsyat dan dampaknya terasa ke seluruh dunia. Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata, saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar," tambah Presiden.
       
Presiden menilai bahwa bandara internasional Silangit menjadi gerbang bagi wisatawan berkunjung dan gerbang kreativitas pelestarian adat Batak.
       
"Gerbang untuk 'marsipature huta nabe' (memperbaiki kampung halaman masing-masing), membangun kampung halaman dan terutama gerbang menuju peningkatan kemakmuran, kesejahteraan seluruh tano Batak," ungkap Presiden.
       
Tidak ketinggalan Presiden juga meminta agar menyampaikan kabar mengenai Bandara Silangit ke seluruh dunia.
       
"Pidong nahabang pasarma baritaon tu luat portibi on (hai burung yang terbang sampaikan kabar ini ke seluruh dunia). Dengan mengucap bismilah saya nyatakan Bandara Internasional Silangit resmi dibuka," ungkap Presiden.
       
Selain itu, Presiden juga meminta  "runway" Bandara Silangit diperpanjang dari 2.650 meter menjadi 3.000 meter agar pesawat berbadan lebar bisa masuk ke Silangit.
       
"Targetnya paling lambat 2020, paling lambat, jadi bisa maju 2018, 2019 dan terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10 ribu meter persegi," ungkap Presiden.
       
Tidak ketinggalan Presiden Jokowi juga menyampaikan salam dalam bahasa Batak.
       
"Horas Tondi ma dingin pir tondi matogu (selamat atas kehadirannya dan diberkati semuanya)," tambah Presiden.
       
Hadir dalam acara itu Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.
       
Budi Karya Sumadi menargetkan penumpang di Nandara Silangit mencapai 162 juta orang per tahun pada 2019.


ANTARA






Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar