Pemilik baru MU pilih bangun stadion baru ketimbang renovasi Old Trafford

id manchester united,Jim Ratcliffe,Old Trafford

Pemilik baru MU pilih bangun stadion baru ketimbang renovasi Old Trafford

Markas tim Manchester United Stadion Old Trafford. ANTARA/AFP/PETER POWELL

Bagian barat laut Inggris memiliki konsentrasi klub sepak bola besar, yang lebih besar dibandingkan wilayah lain di dunia, kata dia
Jakarta (ANTARA) - Salah satu pemilik baru Manchester United  (MU) Sir Jim Ratcliffe lebih memilih untuk membangun stadion baru ketimbang membangun kembali markas ikonik Setan Merah Old Trafford.

Klub saat ini telah membentuk tim khusus untuk menilai opsi meregenerasi kawasan Old Trafford di Greater Manchester, dengan Wali Kota Manchester Andy Burnham dan mantan kapten United Gary Neville sebagai beberapa orang yang berada dalam tim tersebut, seperti dikutip dari ESPN.

Tim tersebut akan dipimpin oleh Lord Sebastian Coe, yaitu sosok yang menjadi ketua panitia penyelenggara Olimpiade London pada tahun 2012.

Klub disebutkan telah menolak opsi yang mengharuskan mereka meninggalkan lokasi Old Trafford dalam membangun stadion baru. Namun pemilik MU yang diamanahkan mengelola klub, Sir Jim Ratcliffe, lebih memilih untuk membangun stadion baru berkapasitas 90.000 penonton ketimbang berinvestasi di stadion lama yang sudah ada.

“Ini bisa menjadi proyek regenerasi besar di kawasan Greater Manchester yang telah memainkan peran penting dalam sejarah industri Inggris, namun saat ini memerlukan investasi baru agar dapat berkembang kembali,” kata Ratcliffe saat gugus tugas tersebut diresmikan.

Ratcliffe menginginkan agar Kota Manchester yang berada di barat laut Inggir bisa memiliki stadion megah layaknya Wembley, atau seperti Camp Nou dan Bernabeu di Spanyol.

“Bagian barat laut Inggris memiliki konsentrasi klub sepak bola besar, yang lebih besar dibandingkan wilayah lain di dunia. Namun kita tidak memiliki stadion sebesar Wembley, Nou Camp, atau Bernabeu," kata dia.

Menurut Ratclife, proyek stadion besar tersebut tidak akan mungkin dilakukan sendiri oleh klub, melainkan harus menggandeng pihak pemerintah lokal.

“Kita tidak akan bisa mengubahnya sendirian, itulah sebabnya gugus tugas ini sangat penting untuk membantu kita meraih peluang yang hanya terjadi sekali dalam satu abad ini," kata Ratclife yang memiliki seperempat lebih total saham United.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian khusus oleh gugus tugas adalah bagaimana klub akan membiayai proyek tersebut.

United dilaporkan bisa saja mendanai pembangunan kembali Old Trafford secara bertahap lewat kantong sendiri. Tetapi stadion yang benar-benar baru diperkirakan akan menelan biaya hingga 2 miliar poundsterling atau sekira Rp39,9 triliun itu membutuhkan investasi dari pihak luar.