Warga negara Italia diduga penumpang kapal terapung di perairan Lampung

id Kapal terdampar di perairan lampung, lampung timur, dit polair polda lampung

Warga dan nelayan, Rabu (11/9/2019), menyaksikan kapal yang ditemukan tanpa awak. Kapal itu ditambatkan di tepi Pantai Kuala Penet, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Antaralampung/Muklasin

Sejumlah pertanyaan menyeruak, benarkah kapal itu dibajak perompak dan sejumlah misteri belum terjawab lainnya.

Lampung Timur (ANTARA) - Kapal tanpa awak ditemukan mengapung di perairan luar Kelip Sungai Burung, 8 mil dari Pesisir Sungai Burung, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung pada Jumat (6/9), diduga berpenumpang warga negara Italia.

Kapal tersebut sejenis kapal layar pesiar laut yang umumnya dipakai untuk berwisata.

Namun, sampai Rabu ini belum diketahui kemana perginya penumpang dalam kapal bercat putih tersebut, sehingga masih menjadi misteri.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Selasa (10/9) malam, menjelaskan kronologis penemuan kapal itu.

Kapal tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan Kuala Penet, Desa Margasari, Lampung Timur bernama Ali.

Saat itu, Ali sedang mencari ikan di laut luar Sungai Burung.

Ali melihat kapal berwarna putih yang terlihat mengapung dalam keadaan mati mesin.

Selanjutnya Ali mendekati kapal tersebut dan menaikinya. Saat berada di atas kapal, tidak ditemukan seorang awak kapal maupun orang lain yang berada di dalam kapal tersebut.

Ali memutuskan untuk menarik kapal tersebut ke pinggir Pancer Kuala Penet dan melaporkan hal itu ke pangkalan kapal polisi XXV1007 Kuala Penet, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringai, Lampung Timur.

Kondisi kapal sudah berantakan.

Kombes Pandra mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, polisi selanjutnya melakukan pengecekan ke dalam kapal dan ternyata bagian dalam kapal dalam keadaan berantakan.

Personel kepolisian lalu melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan para saksi dan mengamankan barang bukti yang berada di kapal, di antaranya satu buah bendera negara Italia dan Malaysia.

Selain itu, masih ada beberapa barang bukti lainnya, berupa satu lembar surat impor masuk kapal wisata asing yang dikeluarkan oleh Kantor Bea dan Cukai tipe B Batam, fotokopi paspor atas nama Masimo Sapalety kebangsaan Italia, satu lembar hasil medycal laboratorium atas nama Masimo Sapalety, dan dua lembar pasfoto.

Dari barang bukti itu, polisi telah melacaknya dan melakukan koordinasi dengan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuhan Maringgai, dan Kantor Imigrasi Kalianda, Lampung Selatan.

Dia menyatakan, kini kapal tersebut ditangani oleh Dit Polair Polda Lampung.

Sejumlah pertanyaan menyeruak, benarkah kapal itu dibajak perompak dan sejumlah misteri belum terjawab lainnya.

Kapal itu saat ini lego jangkar di tepi pantai Kuala Penet, sehingga menjadi tontonan dan perhatian nelayan maupun warga desa setempat.

Pengamatan di lokasi, kapal yang terbuat dari bahan fiber itu kondisinya masih baik. Layar kapal terlihat tidak terpasang di tiang, namun tergeletak di bawahnya.

Kapal pun sudah dipasang garis polisi agar warga tidak memasukinya.

Adanya penemuan kapal itu, menjadi perbincangan di antara nelayan, karena yang mereka dengar saat ditemukan tidak ada penumpangnya.

Kabarnya warga asing adalah penumpangnya.

Mereka khawatir kapal itu dibajak perompak, mengingat kejahatan yang  biasa terjadi di laut adalah bajak laut.

Mereka berharap pihak berwajib bisa segera menemukan awak kapal tersebut.

Mereka pun berdoa semoga pemilik dan penumpang kapal itu selamat.
 

Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar