Lahan pertanian di empat daerah di Lampung terkena dampak banjir

id Sawah lampung terdampak banjir,banjir lampung, pertanian lampung

Lahan pertanian di empat daerah di Lampung terkena dampak banjir

Lahan pertanian yang ada di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung saat musim tanam. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah di Provinsi Lampung pada Jumat (17/1) telah mengakibatkan banjir di beberapa daerah

Bandarlampung (ANTARA) - Lahan pertanian di empat daerah di Provinsi Lampung tercatat telah terdampak bencana banjir yang terjadi pada Jumat (17/1) dan Senin (20/1).

"Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah di Provinsi Lampung pada Jumat (17/1) telah mengakibatkan banjir di beberapa daerah," ujar Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan banjir yang merusak sawah tersebut juga berdampak kepada sejumlah infrastruktur, berupa jembatan, talut penahan tanah, dan jalan di beberapa wilayah.

"Di Kabupaten Lampung Timur tercatat ada 4.456,4 hektare lahan sawah yang terdampak banjir," katanya.

Wahyu mengatakan di Kabupaten Lampung Tengah, berdasarkan data sementara, luas lahan sawah terdampak 81 hektare dan 18 hektare ladang terdampak banjir.

"Untuk dampak banjir yang mengakibatkan lahan pertanian berupa sawah terdampak di Kabupaten Lampung Selatan luasan sawah terdampak seluas 146 hektare," ucap dia.

Ia menyebut untuk Kabupaten Pringsewu lahan sawah yang terdampak masih dalam proses pendataan.

"Sawah terdampak banjir di Kabupaten Pringsewu masih dalam tahap pendataan, sebab setelah banjir yang terjadi pada Jumat (17/1) ternyata banjir kembali terjadi pada Senin (20/1)," katanya.

BPBD Provinsi Lampung mencatat luasan sawah yang terdampak banjir di Kabupaten Lampung Tengah di Kecamatan Bekri di Kampung Goras Jaya seluas 70 hektare dan Kampung Sinar Banten 11 hektare serta untuk lahan ladang seluas 18 hektare.

Di Kabupaten Lampung Selatan sawah terdampak banjir ada di Kecamatan Candipuro tepatnya di Desa Beringin Kencana seluas 15 hektare, Desa Bumi Jaya 30 hektare, Desa Banyumas sawah terendam di Dusun III Bendajaya seluas 33 hektare, Dusun I Tasik 20 hektare, Dusun II Tasik seluas 10 hektare, dan Dusun III Tasik seluas 5 hektare.

Di Kabupaten Lampung Timur sawah terdampak banjir ada di Kecamatan Way Bungur seluas 317,6 hektare, Kecamatan Batanghari seluas 50 hektare, Kecamatan Sekampung Udik 350 hektare, Kecamatan Sukadana 25 hektare.

Kecamatan Waway Karya 1.478 hektare sawah terdampak banjir, Kecamatan Bumi Agung 10 hektare, Kecamatan Jabung 1.198,80 hektare sawah terdampak, Kecamatan Pasir Sakti 858 hektare, dan Kecamatan Mataram Baru 169 hektare.

Berdasarkan data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu lahan persawahan yang terdampak banjir mencapai 793,5 hektare, di Kecamatan Gadingrejo seluas 320 hektare, Kecamatan Ambarawa seluas 445 hektare, Kecamatan Banyuwangi 4 hektare, dan Kecamatan Sukoharjo seluas 28,5 hektare.

Untuk mengantisipasi terjadinya kendala di sektor pertanian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa lahan pertanian yang gagal panen akibat bencana alam salah satunya banjir dapat mengajukan bantuan.

Baca juga: Dinas Kesehatan Lampung buka layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir

Baca juga: Anggota DPR RI Mukhlis Basri berikan bantuan korban banjir di Bandarlampung

Baca juga: Pj. Bupati Pringsewu serahkan bantuan bagi warga terdampak banjir