Bandarlampung (ANTARA) - Pegiat lingkungan asal Lampung Febrilia Ekawati mengatakan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi maka perlu dilakukan penguatan kegiatan edukasi adaptasi dan mitigasi bencana bagi masyarakat.
"Melihat intensitas hujan yang cukup tinggi di berbagai daerah di Provinsi Lampung, tentu harus ada langkah tepat dan terukur yang harus dilakukan agar kejadian serupa dapat diminimalisir dampak negatifnya," ujar Pegiat lingkungan Lampung yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu.
Ia mengatakan salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan memperkuat edukasi adaptasi dan mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Lampung.
"Jadi edukasi adaptasi dan mitigasi bencana ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap risiko bencana di daerahnya. Jadi saat melihat curah hujan tinggi masyarakat akan dengan mandiri mengevakuasi barang berharga mereka ke tempat aman, dan mempersiapkan kebutuhan pokok yang akan dikonsumsi sementara waktu saat terjadi bencana," ucap dia.
Dia menjelaskan dengan pola tersebut maka kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana akan terbentuk, sehingga dampak negatif dari bencana bisa diminimalisir.
"Selain itu masyarakat juga wajib menyiapkan emergency kit. Dan untuk pemerintah daerah juga harus melakukan mitigasi dengan mempersiapkan lokasi evakuasi, peralatan seperti perahu karet dan buffer stok. Sebab kita lihat intensitas hujan lebat ini di Lampung sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut," tambahnya.
Menurut dia, selain memperkuat edukasi adaptasi dan mitigasi bencana bagi masyarakat, pemerintah juga perlu membuat sistem peringatan dini terhadap potensi bencana.
"Harapannya ada early warning system dari pemerintah, kalau menghadapi bencana. Yang bisa disebarkan melalui pengeras suara di kelurahan atau tempat ibadah sehingga masyarakat bisa tahu. Kemudian perlu juga memberitahukan ke masyarakat emergency call yang harus dihubungi kalau ada bencana agar pertolongan bisa lebih cepat," ujar dia lagi.
Sebelumnya pada Jumat (17/1) di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung mengalami bencana banjir karena tingginya curah hujan, lokasi terdampak banjir tersebut meliputi di Kota Bandarlampung yakni sebanyak 19 titik.
Kemudian di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak dua titik terdampak banjir, Kabupaten Lampung Timur enam titik banjir.
Lalu daerah terdampak banjir Kabupaten Lampung Tengah ada sebanyak dua titik, Kabupaten Pesawaran dua titik, Kabupaten Lampung Selatan empat titik, dan Pesisir Barat satu titik.
Untuk korban jiwa terdapat dua korban yang berasal dari Kota Bandarlampung.
Baca juga: BPBD Lampung turunkan tiga tim guna bantu pantau banjir di Bandarlampung
Baca juga: BPBD Lampung minta masyarakat perhatikan informasi cuaca terkini
Baca juga: Tim siaga antisipasi bencana di wilayah tengah Lampung