Dinkes Lampung: Pengaktifan Posbindu tekan kematian lansia akibat COVID-19

id Corona Lampung, kematian lansia COVID, posbindu

Dinkes Lampung: Pengaktifan Posbindu tekan kematian lansia akibat COVID-19

Ilustrasi- Lansia yang ada di Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Reihana mengatakan untuk menekan peningkatan kematian akibat COVID-19 bagi orang lanjut usia (lansia) maka akan ada pengaktifan kembali pos bina terpadu (Posbindu) lansia.

"Untuk menekan angka kematian akibat COVID-19 kita akan kembali aktifkan pos bina terpadu (Posbindu) lansia di setiap daerah," ujar Reihana saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk cepat mendeteksi kasus COVID-19 di masyarakat terutama yang menjangkit lansia yang ada bersama keluarga ataupun di panti jompo.

"Lansia yang usia rata-rata di atas 60 tahun biasanya memiliki kormobid lebih dari satu, sehingga hal tersebut harus diawasi dan diantisipasi agar para lansia tidak terpapar COVID-19," katanya.

Menurutnya, di Provinsi Lampung sendiri angka kematian akibat COVID-19 didominasi oleh kematian orang lanjut usia.

"Banyak yang meninggal dunia akibat COVID-19 ialah orang lanjut usia, dengan ragam penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, dan darah tinggi," ucapnya.

Dia melanjutkan selain mengaktifkan kembali posbindu lansia untuk menekan kasus kematian akibat COVID-19 bagi lansia maka perbaikan sistem rujukan rumah sakit pun akan dilakukan.

"Sistem rujukan rumah sakit yang sering tersendat perlu juga diperbaiki untuk menekan kasus meninggal dunia akibat COVID-19, sebab dengan penanganan yang cepat maka kematian dapat diminimalisir," ujarnya.

Ia menjelaskan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 juga dilakukan untuk memutus mata rantai persebaran COVID-19 serta mencegah adanya kasus kematian.

"Kita upayakan juga vaksinasi lansia dapat cepat bertambah sebab ini juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah persebaran COVID-19," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pada Kamis (3/6) angka kematian di Lampung mencapai 5,56 persen.