Tomcat Takut Sinar Matahari ?

id serangga

Tomcat Takut Sinar Matahari ?

Serangga Tomcat (iid.wikipedia.org).

Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan serangga "tomcat" atau kumbang rove yang memiliki racun penyebab luka pada kulit manusia, takut pada sinar matahari.

"Tomcat takut pada sinar matahari meskipun dia suka pada cahaya lampu," kata Agung Laksono di Jakarta, Kamis.

Untuk itu, Agung meminta masyarakat mewaspadai tomcat di daerah yang lembab dan tidak terpapar sinar matahari.

"Masyarakat sendiri diimbau untuk kerap menutup pintu dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang itu masuk," katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidur menggunakan kelambu jika di daerahnya tengah mewabah serangan kumbang tersebut.

Agung mengatakan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian telah melakukan koordinasi untuk menanggulangi serangan tomcat.

"Salah satu upaya penanggulangan adalah penyemprotan insektisida dan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Masyarakat, tambah Agung harus menjaga kebersihan rumah dan lingkungan terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah karena bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

Selain itu, masyarakat juga dilarang menggosok kulit atau mata bila bersentuhan dengan kumbang tomcat.

"Bila kumbang ini berada di kulit kita, singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil kumbang," katanya.

Selain itu, dia juga mengimbau untuk segera beri air mengalir beserta sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga itu.

Serangan serangga "Tomcat" telah membuat heboh warga Jawa Timur, terutama Surabaya, dan kini daerah lainnya, seperti Bandung, sudah meningkatkan antisipasi atas serbuan serangga tersebut.

Warga di 13 kecamatan di Surabaya dilaporkan terserang serangga tersebut dan puskesmas setempat menjadi kebanjiran pasien.

Kulit yang terkena cairan serangga tersebut akan terasa panas, dan timbul gelembung dalam waktu 24-48 jam menyerupai kulit yang terkena air panas.

Di Lampung sejauh ini belum ada laporan terjadinya serangan serangga tersebut.

Serangga Tomcat itu juga kerap disebut masyarakat Indonesia sebagai Semut Semai atau Semut Kayap.

Tomcat tidak menggigit atau menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia.

Namun, Tomcat juga mengeluarkan cairan racunnya pada benda- benda yang dihinggapinya, seperti baju, handuk dan benda lainnya.

Jika kulit terkena cairan serangga Tomcat, segera cuci dengan sabun. Jangan dikasih odol, minyak kayu putih, balsem atau minyak tawon, karena akan memperparah keadaan.

Jika terkena cairan serangga Tomcat, langkah yang paling baik adalah segera mencucinyan dengan sabun, serta mengunjungi puskesmas dan dokter agar diberikan obat yang paling tepat.

Jika menemui serangga itu, sebaiknya dibasmi pakai racun serangga.