Polresta Bandarlampung berikan layanan pembuatan SIM penyandang disabilitas

id satlantas polresta bandarlampung, pembuatan sim,disabilitas, difabel

Polresta Bandarlampung berikan layanan pembuatan SIM penyandang disabilitas

Polresta Bandarlampung berikan layanan pembuatan SIM penyandang disabilitas (ANTARA/HO)

Namun untuk kalangan difabel dengan kondisi tuna netra atau tuna rungu tidak bisa mengajukan pembuatan SIM D, kata Rahmawan

Bandarlampung (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas Polresta Bandarlampung melalui Satpas 2526 menggelar aksi sosial dengan melakukan layanan Surat Izin Mengemudi  (SIM) bagi para penyandang cacat atau disabilitas. 

"Sebanyak 20 orang disabilitas tersebut dibantu melakukan pembuatan SIM golongan D (SIM khusus),"  kata Pejabat Sementara Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandaralampung AKP Rahmawan di Bandarlampung,  Rabu. 

Ia menyebutkan Satlantas Polresta Bandarlampung berupaya maksimal bagi para pemohon SIM berkebutuhan khusus tersebut melalui penerbitan SIM D.

SIM D hanya dikhususkan untuk penyandang disabilitas yang ingin mengendarai kendaraan bermotor, baik roda dua atau roda empat.

Baca juga: Polda Lampung gandeng Lanal laksanakan vaksinasi COVID-19

Diketahui dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 242, disebutkan baik pemerintah pusat maupun daerah, serta perusahaan angkutan umum wajib memberikan pengobatan khusus di bidang lalu lintas dan angkutan jalan kepada orang cacat, usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit.

Perlakuan khusus ini meliputi aksesibilitas, prioritas pelayanan, serta fasilitas pelayanan yang disediakan serta Pasal 80 tentang bentuk dan penggolongan SIM. 

Namun untuk kalangan difabel dengan kondisi tuna netra atau tuna rungu tidak bisa mengajukan pembuatan SIM D, kata Rahmawan. 

"Mereka tidak memiliki kemampuan melihat atau mendengar yang baik sehingga akan lebih berisiko saat berkendara," tambahnya.

Baca juga: Kapolda Lampung minta percepat vaksinasi bagi masyarakat

Ia menjelaskan disabilitas tuna rungu dianggap tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena butuh kepekaan pendengaran saat berkendara di jalan raya.

Pendaftaran untuk membuat SIM D ini tidak bisa dilakukan via online, artinya pemohon harus datang langsung ke Satpas SIM di kota masing-masing.

"Saat akan mengikuti ujian SIM, kita perlu membawa fotokopi KTP serta surat keterangan sehat jasmani baik dari puskesmas atau klinik kesehatan di Satpas SIM," ujarnya.

Ujian teori maupun praktik materi ujiannya sama persis seperti ujian SIM C, dan yang membedakan hanyalah jenis kendaraan saat ujian praktik.

Materi ujian teori bisa kita pelajari dari web korlantas.polri.go.id atau buku-buku tentang aturan lalu lintas.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar