Logo Header Antaranews Lampung

Inflasi Perdesaan di Lampung 0,93 Persen

Senin, 12 Desember 2016 08:38 WIB
Image Print
Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum (FOTO:ANTARA Lampung/Ist)
...Provinsi Lampung dengan inflasi perdesaan sebesar 0,93 persen menempati peringkat ke-8 secara nasional, ujarnya...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Inflasi daerah perdesaan di Provinsi Lampung pada November 2016 sebesar 0,93 persen yang disebabkan adanya kenaikan indeks harga pada seluruh kelompok.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Minggu, mengatakan kenaikan indeks yang memicu inflasi itu, secara rinci sebagai berikut, kelompok bahan makanan sebesar 1,91 persen.

Kemudian, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen, kelompok perumahan sebesar 0,36 persen, kelompok sandang sebesar 0,13 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,05 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,00 persen.

"Provinsi Lampung dengan inflasi perdesaan sebesar 0,93 persen menempati peringkat ke-8 secara nasional," ujarnya.

Yeane menjelaskan, keterbandingan inflasi perdesaan di seluruh Indonesia pada bulan Nopember 2016, inflasi perdesaan tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo yaitu sebesar 1,97 persen dan terendah di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 0,05 persen.

Sementara itu, lanjutnya, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 12 (dua belas) kabupaten di Provinsi Lampung, pada November 2016 NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen dibandingkan dengan September 2016 yang sebesar 103,46.

"Untuk NTP nasional turun sebesar 0,40 persen, dari sebesar 101,71 pada Oktober 2016 menjadi 101,31 pada Nopember 2016," jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung juga mencatat pada November 2016, Kota Bandarlampung mengalami inflasi sebesar 0,43 persen.

"Dari tujuh kelompok pengeluaran, empat kelompok memberikan andil inflasi di Kota Bandarlampung," kata Kepala BPS Provinsi Lampung itu.

Menurutnya, kelompok yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi sebesar 0,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.(Ant)



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026