
Wagub Lampung sebut kolaborasi multipihak atasi kesenjangan kualitas guru

Kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dapat memperluas jangkauan program pengembangan guru
Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan kolaborasi multipihak atau hexahelix menjadi salah satu solusi mengatasi kesenjangan kualitas guru dan tenaga kependidikan di daerah.
"Selain mendorong peningkatan kompetensi, kolaborasi hexahelix juga menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan kualitas dan kompetensi guru dan tenaga kependidikan antar-wilayah," ujar Wagub Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.
Ia meminta agar tidak ada lagi perbedaan akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas antara guru dan tenaga kependidikan yang berada di perkotaan dan yang bertugas di daerah terpencil.
"Kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dapat memperluas jangkauan program pengembangan guru dan tenaga kependidikan hingga ke wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Dengan demikian pemerataan kualitas pendidikan dapat diwujudkan secara lebih efektif," katanya.
Melalui konsep hexahelik yang memadukan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, media massa dan lembaga keuangan, kata dia, dapat menjadi upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan.
"Lalu peran Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung yang selama ini terus berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pengembangan profesional berkelanjutan sangatlah penting," ucapnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan terus mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan SDM unggul yang mampu menghadapi tantangan global dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Dalam transformasi pendidikan, lanjutnya, pemerintah membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui kolaborasi hexahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
"Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing, generasi penerus bangsa. Karena itu peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan harus menjadi perhatian bersama dengan melibatkan seluruh elemen yang ada," ujarnya.
Wagub Jihan Nurlela menjelaskan perkembangan teknologi yang semakin pesat juga menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan inovatif.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
