Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung: Kerja sama percepat pengembangan Kawasan Industri Ketibung

Jumat, 5 Juni 2026 22:16 WIB
Image Print
Gubernur Lampung bersama perwakilan investor dalam penandatanganan nota kesepakatan pelaksanaan studi kelayakan dalam pengembangan Kawasan Industri Katibung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Tentunya dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan dengan baikĀ 

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan penandatangan kesepakatan kerja sama mengenai pelaksanaan studi kelayakan pembangunan multiklaster menjadi langkah awal untuk mempercepat pengembangan Kawasan Industri Ketibung.

"Kesepakatan dengan PT Menamas ini merupakan langkah awal percepatan pengembangan Kawasan Industri Energi Terintegrasi Katibung," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan studi kelayakan tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan pengembangan kawasan industri strategis itu berjalan sesuai rencana.

Menurut dia, seluruh pihak harus menjaga ketelitian serta sinergi dalam setiap proses pengembangan kawasan industri tersebut.

"Tentunya dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat bagi Lampung serta Indonesia," katanya.

Dia melanjutkan Pemerintah Provinsi Lampung pun akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mendukung percepatan realisasi, yang ke depannya memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung.

"Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung secara profesional agar investasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ucap dia.

Tanggapan tambahan dikatakan oleh Direktur Utama PT Menamas sebagai perwakilan resmi investor dari Eropa Samko Luxembourg, Bakti S. Luddin.

Ia menyatakan persiapan teknologi, pendanaan dan pemasaran proyek telah siap.

"Rencana tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah perusahaan energi internasional. Selain itu, proyek tersebut juga mendapat dukungan pendanaan dari perusahaan Samko Holdings Luxembourg Ltd," katanya.

Diketahui sebelumnya Katibung dipilih sebagai lokasi proyek pengembangan kawasan industri karena memiliki pelabuhan alami dengan kedalaman mencapai sekitar 24 meter.

Dengan kondisi itu memungkinkan kapal tanker berukuran sangat besar atau Very Large Crude Carrier (VLCC) bersandar langsung di pelabuhan tanpa proses bongkar muat di tengah laut sehingga dapat menekan biaya logistik.

Dalam tahap awal, kawasan industri tersebut akan dibangun kilang minyak berkapasitas 300.000 barel per hari.

Kilang itu dirancang menghasilkan berbagai produk energi, seperti LPG, nafta, bensin, bahan bakar pesawat atau jet fuel, aspal dan fuel oil.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026