Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung: Pentingnya peningkatan kualitas pendidikan

Jumat, 5 Juni 2026 19:47 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan arahan terkait pendidikan di Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Peningkatan kualitas pendidikan memiliki hubungan langsung dengan penurunan angka kemiskinan

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu kunci untuk menurunkan angka kemiskinan sekaligus mencetak generasi unggul di wilayah setempat.

"Peningkatan kualitas pendidikan memiliki hubungan langsung dengan penurunan angka kemiskinan. Sebaliknya, rendahnya kualitas pendidikan akan berdampak pada tingginya pengangguran dan rendahnya daya saing tenaga kerja," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam (SDA) saja melainkan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) juga.

"Oleh karena itu, pendidikan menjadi kunci utama dalam menyiapkan generasi yang mampu membawa Lampung menuju masa depan yang lebih baik dan ini tidak bisa lepas dari peran kepala sekolah serta guru," katanya.

Dia mengatakan sebanyak 338 ribu orang siswa SMA, SMK, dan SLB yang ada di Provinsi Lampung merupakan generasi yang akan menghadapi Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, para kepala sekolah dan guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kualitas SDM masa depan.

"Masa depan Lampung sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang berlangsung di ruang-ruang kelas saat ini. Karena itu seluruh kepala sekolah harus meningkatkan kepemimpinan, ketulusan, dan komitmen dalam mendidik siswa," ucap dia.

Ia pun meminta agar tidak ada lagi siswa di Provinsi Lampung yang harus putus sekolah.

Selain prestasi akademik, ia meminta sekolah dapat memperkuat pendidikan karakter, seperti disiplin, kejujuran, kerja keras, integritas, dan kemandirian agar lulusan memiliki daya saing di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Menurutnya, sektor pendidikan di Lampung menunjukkan tren positif seiring banyaknya siswa dari sejumlah sekolah yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN).

"SMAN 14 Bandarlampung berhasil meloloskan 100 persen atau sebanyak 208 orang siswanya masuk ke PTN. Sementara itu, sekolah SMAN 1 Tegineneng berhasil meloloskan 99 persen siswanya ke PTN, dengan satu siswa memilih bekerja di Korea Selatan," tambahnya.

Ia berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan mampu mendongkrak berbagai indikator pendidikan di Lampung, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia, harapan lama sekolah, hingga rata-rata lama sekolah.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026