
Kuliah Umum Pascasarjana Kesmas UMITRA

Menurut Zamah, mahasiswa jangan sampaimelakukan hal-hal yang merusak peradaban kita.
"Knowledge without character," ujar dia, mengutip kata-kata Mahatma Gandhi.
MenurutZamah, sejauh ini Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Umitra telah meluluskanratusan alumni, dari angkatan pertama sampai kelima.
"Tambahan tenaga kesehatan masyarakat yanglebih mumpuni untuk mengelola fasilitas-fasilitas, dan dapat meningkatkankompetensi, terutama dalam memberi masukan atau analisis masalah kesehatan dengan'tool of analysis', disamping deengan pengetahuan yang didapatkan dari pembekalandan pembelajaran langsung," kata Ketua STIkes Umitra ini pula.
Pembina Yayasan MitraLampung, Ir Hj Armalia Reny Madrie ASMM , selain mengucapkan selamat datangkepada mahasiswa baru angkatan ke-8, juga menyampaikan komitment yayasan dalampeningkatan kualitas akademik yang dijalankan.
"Komitmen terhadap SDM di bidangmanajemen dan output, juga komitment terhadap penambahan fasilitas yangrepresentatif," ujar dia lagi.
Menurut Reny, "VisiPPs Kesmas Umitra adalah menjadikan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat yangberbasis intelektual, handal, dan kompeten dalam bidang manajemen pelayanankesehatan, epidemiologi, promosi kesehatan dan kesehatan reproduksi yang mampubersaing secara gobal."
Pembina Yayasan Mitra lampung itu, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas animopara sarjana di bidang kesehatan yang ingin lebih mendalami ilmu seputarkesehatan masyarakat di Umitra.
"Semoga mereka bisa menjadi output yang handaldan profesional di bidang kesehatan masyarakat," ujar Reny.
Kuliah umum menghadirkan salah pakar di bidang kesehatan masyarakat, Dr dr Trihono MSc, Kepala Badan Penelitian danPengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dengan topik "IPKM (IndeksPembangunan Kesehatan Masyarakat)".
Menurut doktor bidang Ilmu KesehatanMasyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI tahun 2007 ini, salah satuindikator penting dalam pembangunan adalah HDI (Human Development Index).
"HDI dijadikan indikator pembangunandaerah oleh banyak bupati, wali kota, dan bubernur yang mengacu ke HDI," ujarTrihono.
Acara kuliah umum ini diikuti oleh ratusanpeserta, baik mahasiswa pascasarjana Kesmas Umitra dari angkatan 6, 7 dan 8,juga alumni dan staf pengajar, selain para undangan dari badan, dinas, instansi.
Masih satu rangkaian acara dengan kuliahumum, di hari yang sama bagi mahasiswa baru juga disampaikan materi seputar akademik dankeuangan, dan perkenalan dengan manajemen pengelola Pascasarjana Umitra.
"Sejauh ini, peminat Pascasarjana Kesmas Umitra rata-rata per angkatannyamengalami peningkatan yang signifikan," ujar Affan Zaldi Erya, Humas Umitra.
Menurut Aldi, sapaan akrab Affan Zaldi, mahasiswa pascasarjanaUmitra berasal dari seluruh kota atau kabupaten yang ada di Provinsi Lampung.
"Bahkan, ada juga mahasiswa pascasarjana kami yang berasal dari Sumatera Selatan,"ujar dia lagi.
Sebelumnya, para calon mahasiswapascasarjana Kesmas Umitra melakukan TesPotensi Akademik/TPA yang berlangsung sehari menjelang kuliah umum, Jumat, (21/9).
TPA ini merupakan salah satu syarat untukmenentukan calon mahasiswa dapat diterima atau tidak.
Penanggungjawab Program Pascasarjana Umitraadalah Ketua Stikes dr Zamahsjari Sahli MKM, sedangkan Direktur ProgramPascasarjana Dr PA Kodrat Pramudho SKM M.Kes, dan SekretarisProgram Studi adalah AbikusnoDjamaludin SKM MKes, didampingi sejumlah pengajar dengan gelar doktor daripelbagai peminatan disiplin ilmu Kesehatan Masyarakat yang representatif sebagai salah satu jaminanmutu proses pembelajaran di kampusdengan motto "Guiding for Tomorrow" ini.
Pewarta :
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
