Resital sekolah seni tubaba 2024
Kamis, 2 Mei 2024 21:16 WIB
Resital sekolah seni Tubaba 2024. ANTARA/HO
Bandarlampung (ANTARA) - Sekolah Seni Tulangbawang Barat (Tubaba) akan menggelar resital (pentas/pameran akhir) pada hari Sabtu (4/5), di Ulluan Nughik, Panaragan, Tubaba.
Program yang bertujuan sebagai pelatihan pendidikan karakter/pengembangan sumber daya manusia (SDM) digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba dan sejumlah seniman dari berbagai kota di Indonesia.
Pada tahun ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Dana Indonesiana, sebuah platform kerja sama Kemendikbudristek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Sejak bulan Februari, program tahun ini telah melibatkan dua ratus orang peserta, terbagi ke dalam empat kelas utama: Musik, Seni Rupa, Teater, dan Tari.
Pada resital nanti, kelas musik yang akan menampilkan pertunjukan gitar dan vokal ensemble, pameran karya drawing dan karya lukis dari kelas seni rupa, pementasan teater anak dan remaja dari kelas teater, dan pertunjukan tari dari kelas tari anak dan remaja.
Melewati sekitar 17 kali pertemuan, peserta dengan rata-rata usia 6 hingga 17 tahun, belajar berbagai materi kesenian yang titik tekannya bukan semata pada aspek teknis, melainkan pembatinan dan pemaknaan pada setiap proses penciptaannya.
Setiap peserta didik diajak untuk mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang unggul dan lebih berkualitas dalam menatap fase kehidupan selanjutnya, sesuai dengan tema program tahun ini “Seni Untuk Masa Depan”.
Kurikulum dari program pelatihan kesenian dirancang sedemikian rupa dengan koridor utama pengenalan diri dan lingkungan sekitar. Setiap peserta diajak melihat kisah, peristiwa, menafsirkannya, dan mewujudkannya ke dalam karya presentasi akhir di kelasnya masing-masing.
Selain itu, kurikulum tahun ini juga dirancang agar peserta didik memiliki rasa empati, solidaritas, kesetaraan, kerja keras, dan pemahaman tentang lingkungan.
Secara berurutan tim kerja Sekolah Seni Tubaba 2024; Konseptor program Semi Ikra Anggara, fasilitator: Widuri, Anggi Prayoga, Jhon Heryanto, Alexander Gebe (Teater), Mustofa, Suvi Wahyudianto (Seni Rupa), Kiki Windarti, Naya Isnaini, Khusnul, Ahmad Susantri (Tari), Chandra Purwakanti, Edythia Rio W, dan Yoyon Gideon (Musik).
Dengan Direktur Program Jhon Heryanto, Khoirul Hartoko, dan Ezed Qyoko bekerja sebagai humas, sementara Novi Muryanti mengelola managemen program.
Dalam kurun waktu delapan tahun, program yang digagas secara kolaboratif oleh Pemkab Tubaba dan sejumlah seniman ini, kini dijalankan secara independen oleh Yayasan Pendidikan Seni dan Ekologi.
Tidak bertujuan menjadikan peserta didik menjadi seniman, tapi melalui setiap tahapan proses kesenian peserta didik bisa mendapatkan manfaat bagi keseharian dan masa depan mereka.
Telah melahirkan kurang lebih 3.500 alumni yang kini bekerja di berbagai medan profesi. Pola pendidikan karakter dengan metode pelatihan kesenian yang intensif, sistematis dan berkelanjutan yang digagas oleh sebuah pemerintah daerah mungkin hanya satu-satunya di Indonesia.
Baca juga: Firsada tegaskan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan
Program yang bertujuan sebagai pelatihan pendidikan karakter/pengembangan sumber daya manusia (SDM) digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba dan sejumlah seniman dari berbagai kota di Indonesia.
Pada tahun ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Dana Indonesiana, sebuah platform kerja sama Kemendikbudristek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Sejak bulan Februari, program tahun ini telah melibatkan dua ratus orang peserta, terbagi ke dalam empat kelas utama: Musik, Seni Rupa, Teater, dan Tari.
Pada resital nanti, kelas musik yang akan menampilkan pertunjukan gitar dan vokal ensemble, pameran karya drawing dan karya lukis dari kelas seni rupa, pementasan teater anak dan remaja dari kelas teater, dan pertunjukan tari dari kelas tari anak dan remaja.
Melewati sekitar 17 kali pertemuan, peserta dengan rata-rata usia 6 hingga 17 tahun, belajar berbagai materi kesenian yang titik tekannya bukan semata pada aspek teknis, melainkan pembatinan dan pemaknaan pada setiap proses penciptaannya.
Setiap peserta didik diajak untuk mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang unggul dan lebih berkualitas dalam menatap fase kehidupan selanjutnya, sesuai dengan tema program tahun ini “Seni Untuk Masa Depan”.
Kurikulum dari program pelatihan kesenian dirancang sedemikian rupa dengan koridor utama pengenalan diri dan lingkungan sekitar. Setiap peserta diajak melihat kisah, peristiwa, menafsirkannya, dan mewujudkannya ke dalam karya presentasi akhir di kelasnya masing-masing.
Selain itu, kurikulum tahun ini juga dirancang agar peserta didik memiliki rasa empati, solidaritas, kesetaraan, kerja keras, dan pemahaman tentang lingkungan.
Secara berurutan tim kerja Sekolah Seni Tubaba 2024; Konseptor program Semi Ikra Anggara, fasilitator: Widuri, Anggi Prayoga, Jhon Heryanto, Alexander Gebe (Teater), Mustofa, Suvi Wahyudianto (Seni Rupa), Kiki Windarti, Naya Isnaini, Khusnul, Ahmad Susantri (Tari), Chandra Purwakanti, Edythia Rio W, dan Yoyon Gideon (Musik).
Dengan Direktur Program Jhon Heryanto, Khoirul Hartoko, dan Ezed Qyoko bekerja sebagai humas, sementara Novi Muryanti mengelola managemen program.
Dalam kurun waktu delapan tahun, program yang digagas secara kolaboratif oleh Pemkab Tubaba dan sejumlah seniman ini, kini dijalankan secara independen oleh Yayasan Pendidikan Seni dan Ekologi.
Tidak bertujuan menjadikan peserta didik menjadi seniman, tapi melalui setiap tahapan proses kesenian peserta didik bisa mendapatkan manfaat bagi keseharian dan masa depan mereka.
Telah melahirkan kurang lebih 3.500 alumni yang kini bekerja di berbagai medan profesi. Pola pendidikan karakter dengan metode pelatihan kesenian yang intensif, sistematis dan berkelanjutan yang digagas oleh sebuah pemerintah daerah mungkin hanya satu-satunya di Indonesia.
Baca juga: Firsada tegaskan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan
Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bandarlampung beri bantuan perlengkapan sekolah untuk 18 ribu siswa
26 January 2026 21:09 WIB
Wali Kota Bandarlampung minta kehadiran Sekolah Siger dipahami secara objektif
26 January 2026 21:01 WIB
Bupati Lampung Barat sebut kepala sekolah berperan bangun kedisiplinan murid
15 January 2026 10:21 WIB
Dompet Dhuafa renovasi sejumlah sekolah pada masa pemulihan pasca-bencana Sumatera
13 January 2026 7:51 WIB
Sebanyak 627 sekolah di Lampung direnovasi melalui Program Revitalisasi Sekolah
12 January 2026 20:22 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Pastikan kegiatan belajar optimal, Bupati Lamtim kunjungi MIN 2 dan SDN 2 Sukadana
07 January 2026 14:59 WIB
Kemendikdasmen minta sekolah untuk laksanakan Pagi Ceria dan Upacara Bendera
05 January 2026 7:10 WIB
Terpopuler - Tulangbawang Barat
Lihat Juga
Kejari Tubaba tetapkan satu tersangka perkara dugaan korupsi di Dinas PPKB
18 September 2025 15:34 WIB
Terpidana korupsi minta aliran dana rekening terdakwa jadi pertimbangan kerugian negara
01 September 2025 9:07 WIB
Mantan Kadis PPKB Tubaba laporkan penanganan korupsi BOKB ke Kejati Lampung
28 August 2025 12:46 WIB
Terdakwa korupsi dana BOKB pada Dinas PPKB Tubaba akui palsukan tanda tangan
20 August 2025 17:45 WIB
Tingkatkan penjualan, BRI lakukan pendampingian pengemasan dan pemasaran produk UMKM
14 August 2024 14:53 WIB, 2024
Pj Bupati Tulang Bawang Barat resmikan gedung bank mandiri KCP daya sari
21 December 2023 15:54 WIB, 2023