Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung bersama BPOM cek kualitas pangan
Rabu, 14 April 2021 13:38 WIB
Wagub Lampung Chusnunia Chalim, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dan Kepala BBPOM saat melakukan pengecekkan kemanana pangan. Rabu. (14/4/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatana)
Bandarlmapung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan pengecekan kualitas pangan yang beredar di pasar tradisional dan modern daerah ini.
"Kegiatan bersama pemkot dan BPOM untuk tes sampling di pasar tradisional dan modern terkait kualitas pangan yang beredar di bulan Ramadhan," kata Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan bahwa dari kegiatan tersebut ada 75 sampling bahan makanan yang diambil, baik dari pasar modern maupun tradisional untuk dilakukan pengujian.
"Semua sampel yang diuji aman untuk dikonsumsi, artinya produk yang beredar di Bandarlampung insya Allah sehat semua," kata dia.
Dia mengatakan bahwa hal ini tentunya berkat kolaborasi dari Satgas Pangan Lampung dan Bandarlampung serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang melakukan pengecekan makanan dan barang-barang yang beredar di Bandarlampung. Bahkan BBPOM hampir satu pekan sekali menguji sampling makanan yang beredar.
Nunik, sapaan akrab Wagub Lampung itu, mengimbau agar para pedagang baik di pasar tradisional maupun modern agar dapat menjajakan produk yang memiliki kualitas baik untuk dikonsumsi masyarakat.
"Jangan sampai ada barang yang dijual di pasaran tidak layak konsumsi, karena bisa merugikan banyak orang," kata dia.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana bersyukur bahan-bahan makanan yang ada di pasar tradisional dan modern di kota ini masih terjaga keamanannya.
"Seperti yang Bu Wagub jelaskan tadi, alhamdulillah bahan pangan di sini steril semuanya, mudah-mudahan tetap terjaga," katanya pula.
Kepala BPOM Bandarlampung Susan Gracia Arpan mengatakan, kegiatan bersama Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung sudah memasuki tahap II dan tidak ditemukan bahan makan yang dilarang.
"Namun kami juga masih menemukan produk Tanpa Izin edar (TIE). Terhadap produk TIE tersebut dilakukan pemusnahan setempat oleh pelaku dan disaksikan petugas. Selain itu, kami juga akan melakukan pengawasan takjil di sejumlah titik strategis di Provinsi Lampung," kata dia.
Baca juga: BBPOM Bandarlampung intensifkan pengawasan pangan jelang lebaran
Baca juga: Lampung Tingkatkan Pengawasan Distribusi Pangan
"Kegiatan bersama pemkot dan BPOM untuk tes sampling di pasar tradisional dan modern terkait kualitas pangan yang beredar di bulan Ramadhan," kata Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan bahwa dari kegiatan tersebut ada 75 sampling bahan makanan yang diambil, baik dari pasar modern maupun tradisional untuk dilakukan pengujian.
"Semua sampel yang diuji aman untuk dikonsumsi, artinya produk yang beredar di Bandarlampung insya Allah sehat semua," kata dia.
Dia mengatakan bahwa hal ini tentunya berkat kolaborasi dari Satgas Pangan Lampung dan Bandarlampung serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang melakukan pengecekan makanan dan barang-barang yang beredar di Bandarlampung. Bahkan BBPOM hampir satu pekan sekali menguji sampling makanan yang beredar.
Nunik, sapaan akrab Wagub Lampung itu, mengimbau agar para pedagang baik di pasar tradisional maupun modern agar dapat menjajakan produk yang memiliki kualitas baik untuk dikonsumsi masyarakat.
"Jangan sampai ada barang yang dijual di pasaran tidak layak konsumsi, karena bisa merugikan banyak orang," kata dia.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana bersyukur bahan-bahan makanan yang ada di pasar tradisional dan modern di kota ini masih terjaga keamanannya.
"Seperti yang Bu Wagub jelaskan tadi, alhamdulillah bahan pangan di sini steril semuanya, mudah-mudahan tetap terjaga," katanya pula.
Kepala BPOM Bandarlampung Susan Gracia Arpan mengatakan, kegiatan bersama Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung sudah memasuki tahap II dan tidak ditemukan bahan makan yang dilarang.
"Namun kami juga masih menemukan produk Tanpa Izin edar (TIE). Terhadap produk TIE tersebut dilakukan pemusnahan setempat oleh pelaku dan disaksikan petugas. Selain itu, kami juga akan melakukan pengawasan takjil di sejumlah titik strategis di Provinsi Lampung," kata dia.
Baca juga: BBPOM Bandarlampung intensifkan pengawasan pangan jelang lebaran
Baca juga: Lampung Tingkatkan Pengawasan Distribusi Pangan
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi jamin keamanan berusaha untuk percepatan ekonomi di Bandarlampung
30 June 2024 15:55 WIB, 2024
Wali Kota Bandarlampung sebut pembangunan SDM berkelanjutan jadi fokus musrembang
22 March 2024 17:18 WIB, 2024
YBM PLN UID Lampung berikan bantuan Rp18,5 juta guna pemberdayaan UMKM
31 December 2021 18:47 WIB, 2021
Penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk mal dapat berikan rasa aman
25 August 2021 15:09 WIB, 2021
Terpopuler - Bandarlampung
Lihat Juga
Bhabinkamtibmas Way Gubak salurkan bantuan sembako untuk warga prasejahtera
27 February 2026 13:36 WIB