Skala PKBI Lampung gelar 'Celebrate Dance4Life' 2019
Selasa, 10 Desember 2019 23:15 WIB
Dance4Life Celebrate 2019 digelar Skala PKBI Lampung, di Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Selasa (10/12/2019). (ANTARA/HO/Skala PKBI Lampung)
Bandarlampung (ANTARA) - Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung menggelar acara Celebrate sebagai perayaan telah selesai implementasi Program Dance4Life tahun 2019.
Sugesti Aprilia, Program Manager Skala PKBI Lampung, di Bandarlampung, Selasa, menjelaskan Dance4Life adalah salah satu program yang sedang dijalankan oleh PKBI Lampung bersama dengan Skala yang merupakan Youth Centre di PKBI.
Baca juga: PKBI Lampung Dorong Terapkan Pendidikan Kespro Siswa
Program ini menawarkan metode pemberdayaan orang muda dan melatih kepemimpinan untuk orang muda, sehingga mereka dapat menentukan perilaku yang sehat dan mampu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri terutama dalam isu hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), katanya pula.
Di Lampung, program ini diimplementasikan pada empat sekolah, yaitu SMAN 2 Bandarlampung, SMAN 9 Bandarlampung, SMA YP Unila, dan SMKN 4 Bandarlampung dengan menggunakan modul The Journey4Life.
"Modul ini menerapkan pembelajaran yang unik, kreatif, dan menyenangkan," ujar Sugesti.
Adapun topik yang dibahas pada setiap pertemuan di antaranya adalah gender, kehamilan tidak diinginkan, penerimaan diri, pengambilan keputusan, kekerasan berbasis gender dan seksual, dan kesehatan mental.
Ia menyatakan, setelah melihat kebutuhan yang ada, perundungan dan kesehatan mental menjadi fokus utama dalam kegiatan Celebrate kali ini.
Baca juga: PKBI Perkuat Informasi Kespro Pelajar Lampung
Dengan tema My Body My Right #byebyebully, sebanyak 250 remaja (agent4change) dari 4 sekolah tersebut berkumpul bersama di Teater Terbuka Taman Budaya Provinsi Lampung untuk merayakan keberhasilan mereka setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan The Journey4Life.
Kegiatan ini diikuti oleh remaja kelas X yang sebelumnya sudah terlibat dalam 10 kali pertemuan di sekolah masing-masing dengan topik yang berbeda di setiap pertemuannya.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja atas hidup dan perilaku yang positif serta bertanggung jawab atas diri sendiri dan lingkungannya. Diharapkan dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan kesehatan fisik dan mental diri sendiri juga teman sebayanya, remaja dapat menghentikan rantai bullying dan kekerasan antar-remaja," kata Ade Kurnia Saputra, Ketua Pelaksana Kegiatan Celebrate 2019.
Baca juga: PKBI Lampung: Perhatikan Hak Kespro Remaja
Kegiatan Celebrate kali ini merupakan talkshow interaktif yang membahas tentang bullying dan efeknya pada kesehatan mental. Dance4Life Celebrate 2019 digelar Skala PKBI Lampung, di Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Selasa (10/12/2019), juga menghadirkan beberapa hiburan seperti akustik, beatbox, drill, penampilan dari sekolah yang hadir, dan musikalisasi drama. (ANTARA/HO/Skala PKBI Lampung)
Talkshow ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Dwi Hafsah Handayani SPsi (Direktur Eksekutif PKBI Lampung) membicarakan data mengenai masalah remaja terkait kesehatan mental seperti pengalaman buruk masa kecil, kekerasan, perundungan, dan lainnya.
Narasumber berikutnya, Lely Syamsul MPsi (psikolog) membicarakan tentang pemahaman mendasar terkait perundungan dan kesehatan mental, juga bagaimana cara memanajemen stres untuk anak muda.
Selanjutnya, Cindani Trika MPsi (HIMPSI) yang menuturkan tentang pengalaman pendampingan kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental.
Terakhir, Agent4change, Della Yolanda dari SMAN 2 Bandarlampung tentang tekanan teman sebaya dan kasus-kasus perundungan yang sering terjadi di kalangan orang muda.
Talkshow ditutup dengan pemberian informasi bahwa orang muda dapat mengakses layanan ke psikolog jika merasa membutuhkan pertolongan.
"Fokuslah kepada kelebihan kamu dan kembangkan potensi diri yang kalian miliki,” ujar Lely Syamsul MPsi kepada orang muda.
"Manfaatkanlah fasilitas yang ada seperti yang telah disediakan oleh PKBI Lampung untuk teman-teman remaja sharing, dan jika membutuhkan pertolongan lebih lanjut, PKBI Lampung yang akan menindaklanjuti kemana kalian dapat mengakses layanan," kata Cindani Trika MPsi.
Celebrate 2019 juga menghadirkan beberapa hiburan seperti akustik, beatbox, drill, penampilan dari sekolah yang hadir, dan musikalisasi drama. Musikalisasi drama ini menceritakan tentang orang muda yang menjadi korban perundungan oleh teman sebayanya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Kemudian, drama dilanjutkan dengan pernyataan sikap dari para pemeran diikuti oleh seluruh agent4change yang hadir mengenai perilaku perundungan bahwa perundungan merupakan hal yang salah dan tidak seharusnya dilakukan.
Drama ini ditutup dengan drill atau tarian khas Dance4Life yang juga berisikan pesan-pesan dalam setiap gerakan dan liriknya, seperti "Be the change you want to see, take responsibility", "I can, you can, together we can all", dan "Let your voice be heard" yang bermakna bahwa dengan bersatunya orang muda bisa melakukan perubahan jika menyuarakan haknya.
"Acaranya keren banget, kita butuh lebih banyak lagi acara melibatkan dan mendukung peran orang muda, karena suara orang muda butuh didengar," ujar salah satu Agent4Change menanggapi acara tersebut.
Sugesti Aprilia, Program Manager Skala PKBI Lampung, di Bandarlampung, Selasa, menjelaskan Dance4Life adalah salah satu program yang sedang dijalankan oleh PKBI Lampung bersama dengan Skala yang merupakan Youth Centre di PKBI.
Baca juga: PKBI Lampung Dorong Terapkan Pendidikan Kespro Siswa
Program ini menawarkan metode pemberdayaan orang muda dan melatih kepemimpinan untuk orang muda, sehingga mereka dapat menentukan perilaku yang sehat dan mampu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri terutama dalam isu hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), katanya pula.
Di Lampung, program ini diimplementasikan pada empat sekolah, yaitu SMAN 2 Bandarlampung, SMAN 9 Bandarlampung, SMA YP Unila, dan SMKN 4 Bandarlampung dengan menggunakan modul The Journey4Life.
"Modul ini menerapkan pembelajaran yang unik, kreatif, dan menyenangkan," ujar Sugesti.
Adapun topik yang dibahas pada setiap pertemuan di antaranya adalah gender, kehamilan tidak diinginkan, penerimaan diri, pengambilan keputusan, kekerasan berbasis gender dan seksual, dan kesehatan mental.
Ia menyatakan, setelah melihat kebutuhan yang ada, perundungan dan kesehatan mental menjadi fokus utama dalam kegiatan Celebrate kali ini.
Baca juga: PKBI Perkuat Informasi Kespro Pelajar Lampung
Dengan tema My Body My Right #byebyebully, sebanyak 250 remaja (agent4change) dari 4 sekolah tersebut berkumpul bersama di Teater Terbuka Taman Budaya Provinsi Lampung untuk merayakan keberhasilan mereka setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan The Journey4Life.
Kegiatan ini diikuti oleh remaja kelas X yang sebelumnya sudah terlibat dalam 10 kali pertemuan di sekolah masing-masing dengan topik yang berbeda di setiap pertemuannya.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja atas hidup dan perilaku yang positif serta bertanggung jawab atas diri sendiri dan lingkungannya. Diharapkan dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan kesehatan fisik dan mental diri sendiri juga teman sebayanya, remaja dapat menghentikan rantai bullying dan kekerasan antar-remaja," kata Ade Kurnia Saputra, Ketua Pelaksana Kegiatan Celebrate 2019.
Baca juga: PKBI Lampung: Perhatikan Hak Kespro Remaja
Kegiatan Celebrate kali ini merupakan talkshow interaktif yang membahas tentang bullying dan efeknya pada kesehatan mental. Dance4Life Celebrate 2019 digelar Skala PKBI Lampung, di Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Selasa (10/12/2019), juga menghadirkan beberapa hiburan seperti akustik, beatbox, drill, penampilan dari sekolah yang hadir, dan musikalisasi drama. (ANTARA/HO/Skala PKBI Lampung)
Talkshow ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Dwi Hafsah Handayani SPsi (Direktur Eksekutif PKBI Lampung) membicarakan data mengenai masalah remaja terkait kesehatan mental seperti pengalaman buruk masa kecil, kekerasan, perundungan, dan lainnya.
Narasumber berikutnya, Lely Syamsul MPsi (psikolog) membicarakan tentang pemahaman mendasar terkait perundungan dan kesehatan mental, juga bagaimana cara memanajemen stres untuk anak muda.
Selanjutnya, Cindani Trika MPsi (HIMPSI) yang menuturkan tentang pengalaman pendampingan kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental.
Terakhir, Agent4change, Della Yolanda dari SMAN 2 Bandarlampung tentang tekanan teman sebaya dan kasus-kasus perundungan yang sering terjadi di kalangan orang muda.
Talkshow ditutup dengan pemberian informasi bahwa orang muda dapat mengakses layanan ke psikolog jika merasa membutuhkan pertolongan.
"Fokuslah kepada kelebihan kamu dan kembangkan potensi diri yang kalian miliki,” ujar Lely Syamsul MPsi kepada orang muda.
"Manfaatkanlah fasilitas yang ada seperti yang telah disediakan oleh PKBI Lampung untuk teman-teman remaja sharing, dan jika membutuhkan pertolongan lebih lanjut, PKBI Lampung yang akan menindaklanjuti kemana kalian dapat mengakses layanan," kata Cindani Trika MPsi.
Celebrate 2019 juga menghadirkan beberapa hiburan seperti akustik, beatbox, drill, penampilan dari sekolah yang hadir, dan musikalisasi drama. Musikalisasi drama ini menceritakan tentang orang muda yang menjadi korban perundungan oleh teman sebayanya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Kemudian, drama dilanjutkan dengan pernyataan sikap dari para pemeran diikuti oleh seluruh agent4change yang hadir mengenai perilaku perundungan bahwa perundungan merupakan hal yang salah dan tidak seharusnya dilakukan.
Drama ini ditutup dengan drill atau tarian khas Dance4Life yang juga berisikan pesan-pesan dalam setiap gerakan dan liriknya, seperti "Be the change you want to see, take responsibility", "I can, you can, together we can all", dan "Let your voice be heard" yang bermakna bahwa dengan bersatunya orang muda bisa melakukan perubahan jika menyuarakan haknya.
"Acaranya keren banget, kita butuh lebih banyak lagi acara melibatkan dan mendukung peran orang muda, karena suara orang muda butuh didengar," ujar salah satu Agent4Change menanggapi acara tersebut.
Pewarta : Rilis
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Petugas gabungan TNI-Polri gencarkan patroli skala besar jaga keamanan warga
03 September 2025 5:35 WIB
Bupati Lambar minta tunda rehabilitasi rumah dinas demi pembangunan skala prioritas
03 March 2025 13:36 WIB
Polisi tingkatkan patroli skala besar antisipasi balap liar di Lambar
02 September 2024 19:50 WIB, 2024
Gubernur Lampung minta Bulog kerja sama Bumdes buat gudang skala kecil di desa
17 February 2024 15:56 WIB, 2024
Polres Lampung Timur bersama Kodim 0429 Lampung Timur patroli skala besar amankan Natal dan tahun baru
25 December 2023 12:24 WIB, 2023
Terpopuler - Sekolah/Perguruan Tinggi
Lihat Juga
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB