PKBI Perkuat Informasi Kespro Pelajar Lampung
Minggu, 2 April 2017 8:04 WIB
Ilustrasi Kantor PKBI Lampung (FOTO: ANTARA Lampung/dok)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung menjangkau generasi muda untuk memperkuat informasi tentang kesehatan reproduksi bagi kalangan pelajar SMP maupun SMA di Provinsi Lampung.
Menurut Pimpinan Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) PKBI Lampung Dwi Hafsah Handayani, mendampingi Direktur Eksekutif PKBI Lampung Herdi Mansyah, di Bandarlampung, Jumat, penjangkauan dan pendampingan itu diperlukan mengingat kondisi pergaulan yang cenderung bebas dan terpaan informasi yang makin gencar telah menerpa kalangan generasi muda di daerah ini.
"Tak mungkin membiarkan remaja pelajar itu mencari jati dirinya sendiri di dunia luar yang seperti sekarang ini, tanpa bimbingan dan pendampingan secara tepat dan bijaksana," katanya pula.
Dikhawatirkan para pelajar itu mencari informasi dari sumber yang tidak dapat dipercaya atau mendapatkan informasi yang keliru, sehingga berpengaruh terhadap perilaku mereka yang akhirnya menimbulkan masalah di sekolah, kampus, maupun rumah dan keluarga.
Staf PKBI Lampung Rachmat Cahya Aji mengungkapkan sejumlah kasus akibat pergaulan bebas dan berpacaran melampaui batas telah terjadi di Lampung. Sebagian kasus itu diadukan dan ditangani maupun didampingi oleh Skala PKBI Lampung.
"Ancaman terhadap masa depan generasi muda itu, bukan saja dari informasi yang bebas diakses di luaran nyaris tanpa batas lagi, tapi juga ancaman tindak kekerasan seksual atau pelecehan justru dari orang terdekat dapat terjadi setiap saat, bahkan dari tempat yang kita anggap aman sekalipun," katanya lagi.
Karena itu, perlu pendampingan dan penguatan bagi kalangan generasi muda sehingga mendapatkan informasi yang diperlukan, khususnya berkaitan dengan kesehatan reproduksi maupun informasi penting lainnya yang diperlukan para remaja dalam menghadapi ancaman kekerasan seksual agar tidak menjadi korbannya.
"Seharusnya sejak dini anak-anak kita mendapatkan pendidikan dan informasi yang diperlukan agar berhati-hati terhadap ancaman orang lain, termasuk dari orang terdekat di sekitarnya," katanya pula.
Karena itu, PKBI Lampung memprogramkam penguatan informasi bagi kalangan pelajar SMP dan SMA sederajat khususnya di Kota Bandarlampung, termasuk melatih guru dan teman sebaya sebagai mitra atau teman yang tepat bagi mereka.
"Kami juga siap membantu para remaja maupun orang tua yang menghadapi kesulitan atas perilaku anak-anaknya yang remaja, agar tidak menghadapi masalah lebih berat lagi," kata Aji pula.
PKBI Lampung mengingatkan kasus kekerasan seksual, kehamilan tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman, ilegal dan berisiko tinggi terus terjadi di kalangan generasi muda di Lampung, sehingga perlu dukungan dan peran serta para pihak untuk menangani dan mengantisipasinya dengan baik. (Ant)
Menurut Pimpinan Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) PKBI Lampung Dwi Hafsah Handayani, mendampingi Direktur Eksekutif PKBI Lampung Herdi Mansyah, di Bandarlampung, Jumat, penjangkauan dan pendampingan itu diperlukan mengingat kondisi pergaulan yang cenderung bebas dan terpaan informasi yang makin gencar telah menerpa kalangan generasi muda di daerah ini.
"Tak mungkin membiarkan remaja pelajar itu mencari jati dirinya sendiri di dunia luar yang seperti sekarang ini, tanpa bimbingan dan pendampingan secara tepat dan bijaksana," katanya pula.
Dikhawatirkan para pelajar itu mencari informasi dari sumber yang tidak dapat dipercaya atau mendapatkan informasi yang keliru, sehingga berpengaruh terhadap perilaku mereka yang akhirnya menimbulkan masalah di sekolah, kampus, maupun rumah dan keluarga.
Staf PKBI Lampung Rachmat Cahya Aji mengungkapkan sejumlah kasus akibat pergaulan bebas dan berpacaran melampaui batas telah terjadi di Lampung. Sebagian kasus itu diadukan dan ditangani maupun didampingi oleh Skala PKBI Lampung.
"Ancaman terhadap masa depan generasi muda itu, bukan saja dari informasi yang bebas diakses di luaran nyaris tanpa batas lagi, tapi juga ancaman tindak kekerasan seksual atau pelecehan justru dari orang terdekat dapat terjadi setiap saat, bahkan dari tempat yang kita anggap aman sekalipun," katanya lagi.
Karena itu, perlu pendampingan dan penguatan bagi kalangan generasi muda sehingga mendapatkan informasi yang diperlukan, khususnya berkaitan dengan kesehatan reproduksi maupun informasi penting lainnya yang diperlukan para remaja dalam menghadapi ancaman kekerasan seksual agar tidak menjadi korbannya.
"Seharusnya sejak dini anak-anak kita mendapatkan pendidikan dan informasi yang diperlukan agar berhati-hati terhadap ancaman orang lain, termasuk dari orang terdekat di sekitarnya," katanya pula.
Karena itu, PKBI Lampung memprogramkam penguatan informasi bagi kalangan pelajar SMP dan SMA sederajat khususnya di Kota Bandarlampung, termasuk melatih guru dan teman sebaya sebagai mitra atau teman yang tepat bagi mereka.
"Kami juga siap membantu para remaja maupun orang tua yang menghadapi kesulitan atas perilaku anak-anaknya yang remaja, agar tidak menghadapi masalah lebih berat lagi," kata Aji pula.
PKBI Lampung mengingatkan kasus kekerasan seksual, kehamilan tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman, ilegal dan berisiko tinggi terus terjadi di kalangan generasi muda di Lampung, sehingga perlu dukungan dan peran serta para pihak untuk menangani dan mengantisipasinya dengan baik. (Ant)
Pewarta : Budisantoso Budiman
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PKBI Lampung dukung inklusivitas dengan penampilan anak binaan dan disabilitas
20 June 2025 9:40 WIB
Kanwil Kemenkumham Bengkulu berikan remisi khusus kepada 32 anak binaan di Hari Anak Nasional
23 July 2024 13:14 WIB, 2024
Rutgers Indonesia dan PKBI Lampung luncurkan hasil penelitian kesehatan reproduksi remaja
17 August 2023 8:12 WIB, 2023
PKBI Lampung beri layanan kesehatan gratis warga terdampak banjir di Candipuro Lamsel
29 October 2022 16:09 WIB, 2022