Pasien BPJS Sulit Dapatkan Layanan ICU
Rabu, 18 Maret 2015 8:40 WIB
Pekanbaru (Antara Lampung) - Seorang anggota keluarga peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan melapor ke Ombudsman Riau, setelah orang tuanya tidak mendapatkan layanan untuk ruang perawatan khusus (ICU) diseluruh rumah sakit di Kota Pekanbaru.
"Padahal saat itu ibu saya, Emi Wati yang menderita gagal ginjal dalam keadaan sangat kritis, kemudian saya membawa beliau ke Rumah Sakit Awal Bros untuk mendapatkan perawatan ICU berbekal kartu BPJS Kesehatan miliknya. Namun ternyata pihak rumah sakit mengatakan tidak tersedia ICU untuk peserta BPJS," kata Medi, anak pasien BPJS Pekanbaru, di Pekanbaru, Selasa.
Kemudian, pihak rumah sakit mencoba membantu dengan mencarikan ruang ICU di rumah sakit lainnya di Pekanbaru, namun tidak berhasil dengan alasan yang sama.
Ia mengatakan pihak rumah sakit swasta terkemuka di Pekanbaru itu menawarkan agar orangtuanya dirawat sebagai pasien umum. Rumah sakit mengatakan tidak ada ruang ICU yang kosong untuk BPJS, namun untuk pasien umum tersedia.
Dengan tawaran rumah sakit tersebut, ia mengaku kecewa dan sempat keberatan karena setiap bulan orang tuanya terus rutin membayar premi asuransi ke BPJS Kesehatan. Selain itu, ia mengatakan orangtuanya telah lama menjadi anggota BPJS Kesehatan, bahkan sejak masih berbentuk dari PT Askes.
Terlebih lagi, tarif RS Awal Bros juga cukup besar, sementara ia tidak lagi memiliki waktu untuk mencari rumah sakit lainnya.
Ia mengaku telah membayar Rp10 juta ke rumah sakit supaya ibunya bisa mendapat perawatan di ICU. Selebihnya, ia harus menyiapkan untuk biaya perawatan ibunya Rp6 juta per hari.
"Padahal saat itu ibu saya, Emi Wati yang menderita gagal ginjal dalam keadaan sangat kritis, kemudian saya membawa beliau ke Rumah Sakit Awal Bros untuk mendapatkan perawatan ICU berbekal kartu BPJS Kesehatan miliknya. Namun ternyata pihak rumah sakit mengatakan tidak tersedia ICU untuk peserta BPJS," kata Medi, anak pasien BPJS Pekanbaru, di Pekanbaru, Selasa.
Kemudian, pihak rumah sakit mencoba membantu dengan mencarikan ruang ICU di rumah sakit lainnya di Pekanbaru, namun tidak berhasil dengan alasan yang sama.
Ia mengatakan pihak rumah sakit swasta terkemuka di Pekanbaru itu menawarkan agar orangtuanya dirawat sebagai pasien umum. Rumah sakit mengatakan tidak ada ruang ICU yang kosong untuk BPJS, namun untuk pasien umum tersedia.
Dengan tawaran rumah sakit tersebut, ia mengaku kecewa dan sempat keberatan karena setiap bulan orang tuanya terus rutin membayar premi asuransi ke BPJS Kesehatan. Selain itu, ia mengatakan orangtuanya telah lama menjadi anggota BPJS Kesehatan, bahkan sejak masih berbentuk dari PT Askes.
Terlebih lagi, tarif RS Awal Bros juga cukup besar, sementara ia tidak lagi memiliki waktu untuk mencari rumah sakit lainnya.
Ia mengaku telah membayar Rp10 juta ke rumah sakit supaya ibunya bisa mendapat perawatan di ICU. Selebihnya, ia harus menyiapkan untuk biaya perawatan ibunya Rp6 juta per hari.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Data bocor, pakar sarankan BPJS Kesehatan segera lakukan audit forensik digital
21 May 2021 11:35 WIB, 2021
Karena bukan asuransi kelas tinggi, BPJS hanya jamin kesehatan dasar
17 November 2016 16:44 WIB, 2016