Novelis "Thorn Birds" Meninggal Dunia
Sabtu, 31 Januari 2015 6:41 WIB
Sydney (ANTARA Lampung/Reuters) - Colleen McCullough, pengarang Australia yang menghasilkan novel laris "The Thorn Birds" yang kemudian diangkat sebagai mini seri televisi, meninggal dalam usia 77 tahun, Jumat (30/1).
McCullough beralih menjadi penulis setelah bekerja sepuluh tahun lebih sebagai ahli imu syaraf di Australia, Inggris dan Amerika Serikat dan langsung meraih sukses melalui novelnya tersebut.
Thorn Birds merupakan drama keluarga peternak domba di kawasan Outback, Australia menjadi buku laris internasional.
Harian New York Times yang dipantau di Jakarta memberitakan bahwa McCullough tutup usia di rumahnya yang terletak di Pulau Norfolk, Pasifik Selatan yang sudah dihuni lebih dari 30 tahun.
Penyebab kematiannya diduga gagal ginjal, seperti yang diungkapkan oleh agennya, Michael V. Carlisle, yang menyatakan bahwa kesehatannya memburuk pada tahun-tahun belakangan.
The Thorn Birds diterbitkan oleh Harper & Row pada 1977, mengungkapkan panorama di tanah kelahiran si penulis, yang oleh media Amerika novel itu disebut sebagai "Gone With The Wind" Australia.
Cerita dengan latar abad 20 berpusat pada perempuan cantik bernama Meggie, istri peternak domba dan kisah perselingkuhannya dengan seorang pastor Katolik yang tampan.
Novel itu terjual sekitar 30 buku di seluruh dunia dan sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa. Edisi sampul tebalnya bertahan sebagai buku terlaris di New York Times lebih dari setahun dan edisi "paperback" terjual dalam lelang sebesar 1,9 juta dolar, mencatat rekor pada waktu itu.
McCullough beralih menjadi penulis setelah bekerja sepuluh tahun lebih sebagai ahli imu syaraf di Australia, Inggris dan Amerika Serikat dan langsung meraih sukses melalui novelnya tersebut.
Thorn Birds merupakan drama keluarga peternak domba di kawasan Outback, Australia menjadi buku laris internasional.
Harian New York Times yang dipantau di Jakarta memberitakan bahwa McCullough tutup usia di rumahnya yang terletak di Pulau Norfolk, Pasifik Selatan yang sudah dihuni lebih dari 30 tahun.
Penyebab kematiannya diduga gagal ginjal, seperti yang diungkapkan oleh agennya, Michael V. Carlisle, yang menyatakan bahwa kesehatannya memburuk pada tahun-tahun belakangan.
The Thorn Birds diterbitkan oleh Harper & Row pada 1977, mengungkapkan panorama di tanah kelahiran si penulis, yang oleh media Amerika novel itu disebut sebagai "Gone With The Wind" Australia.
Cerita dengan latar abad 20 berpusat pada perempuan cantik bernama Meggie, istri peternak domba dan kisah perselingkuhannya dengan seorang pastor Katolik yang tampan.
Novel itu terjual sekitar 30 buku di seluruh dunia dan sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa. Edisi sampul tebalnya bertahan sebagai buku terlaris di New York Times lebih dari setahun dan edisi "paperback" terjual dalam lelang sebesar 1,9 juta dolar, mencatat rekor pada waktu itu.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB
Terpopuler - Profil
Lihat Juga
Gempa guncang Cianjur, DMC Dompet Dhuafa langsung kirim tim dan armada medis
22 November 2022 8:24 WIB, 2022
Dari mama aku belajar hingga menang lomba catur cepat Porsadin tingkat Provinsi Lampung
22 July 2022 20:36 WIB, 2022
Satgas informasikan 16,32 juta warga RI telah dapatkan vaksinasi COVID-19 penguat
21 March 2022 18:40 WIB, 2022