
Wagub Lampung catat potensi PAD dari 751.361 kendaraan bermotor

Kami hari ini punya potensi 751.361 unit kendaraan yang dibagi atas kendaraan roda dua dan juga roda empat
Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengungkapkan adanya potensi pendapatan asli daerah dari dari 751.361 unit kendaraan bermotor di daerah itu yang dalam kondisi pajak mati.
Ia menyatakan bahwa ratusan ribu kendaraan mati pajak tersebut terdiri atas kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) dengan masa tunggakan pajak bervariasi antara satu hingga lima tahun.
"Kami hari ini punya potensi 751.361 unit kendaraan yang dibagi atas kendaraan roda dua dan juga roda empat yang menunggak satu sampai lima tahun," kata Jihan Nurlela di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengharapkan program keringanan atau diskon pajak yang digulirkan pemerintah setempat dapat menjadi stimulus positif untuk menggugah kesadaran masyarakat yang menunggak pajak agar segera menunaikan kewajibannya.
Melalui peningkatan kesadaran warga dalam membayar pajak tersebut, diharapkan realisasi penerimaan fiskal daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor dapat meningkat guna mendukung pembiayaan pembangunan.
"Sehingga dari pembayaran masyarakat tersebut, dari pembayaran pajak tersebut bisa meningkatkan PAD di Provinsi Lampung," ujarnya.
Kemudian guna mendongkrak partisipasi masyarakat khususnya yang berada di wilayah perdesaan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung terus mengintensifkan sosialisasi hingga ke tingkat bawah.
Menurut dia, masyarakat desa saat ini tidak perlu lagi mengalami kesulitan atau bingung dalam melakukan pengurusan dan pembayaran pajak kendaraan.
Hal ini karena pemerintah telah menyediakan berbagai inovasi layanan kemudahan, salah satunya lewat Elektronik Samsat Desa (E-Samdes) serta kanal pembayaran digital lainnya.
"Tentunya kalau untuk meningkatkan partisipasi masyarakat desa, kami melakukan sosialisasi yang dilakukan oleh Bapenda sampai ke tingkat bawah," ucap dia.
Selain itu Pemerintah Provinsi Lampung juga membangun kolaborasi lintas sektoral dengan pemerintah kabupaten dan kota guna memaksimalkan jangkauan informasi program kerja pemerintah.
"Kami juga bekerja sama dengan bupati dan wali kota untuk bisa menyosialisasikan melalui perangkat-perangkat desa, agar masyarakat bisa mengetahui program yang sedang kita lakukan," tambah dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
