
Wamenhaj sebut pengetatan istitha'ah tekan angka kematian jamaah haji

Jadi catatan bahwasannya jumlah kematian jamaah haji kita itu menurun drastis
Makkah (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak memaparkan bahwa pelaksanaan ibadah haji pada 2026 mencatatkan sejumlah capaian positif, salah satunya, yaitu menurunnya angka kematian jamaah haji Indonesia dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penurunan angka fatalitas tersebut merupakan buah manis dari penerapan kebijakan pengetatan syarat istithaah atau kelayakan kesehatan yang diberlakukan secara tegas oleh pemerintah Indonesia sebelum masa keberangkatan jamaah.
"Jadi catatan bahwasannya jumlah kematian jamaah haji kita itu menurun drastis. Tahun lalu 400-an, sekarang itu jamaah haji kita yang per hari ini 180-an. Jadi penurunannya drastis sekali dari 400 menjadi 180-an," ujar Wamenhaj di Makkah, Rabu.
Penurunan yang mencapai lebih dari separuh tersebut, lanjut Wamenhaj, membuktikan bahwa jamaah yang diberangkatkan pada tahun ini berada dalam kondisi fisik yang relatif jauh lebih sehat.
Kebijakan istithaah kesehatan tersebut pada dasarnya merupakan mandat mutlak dari Kerajaan Arab Saudi selaku tuan rumah penyelenggara ibadah haji, sehingga Indonesia terus menyesuaikan standar demi kebaikan bersama.
Wamenhaj juga berharap dan berdoa agar hingga akhir musim haji ini, tidak ada lagi penambahan angka kematian jamaah asal Indonesia.
Selain pencapaian di bidang kesehatan, Wamenhaj Dahnil Anzar menyampaikan bahwa perbaikan manajerial pada 2026 mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.
Pihak otoritas Saudi menilai bahwa Indonesia berhasil melakukan "lompatan yang sangat jauh" dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Lompatan positif tersebut dapat dilihat dari berbagai indikator, mulai dari manajemen pembayaran dam yang meningkat tajam dari 8.000 orang menjadi lebih dari 140.000 orang, penyelesaian masalah visa yang tuntas sebelum perayaan Idul Fitri, hingga penggunaan aplikasi Nusuk yang sepenuhnya rampung sejak jamaah masih berada di tanah air.
Keberhasilan di fase persiapan itu membuahkan hasil yang nyata di lapangan. Pada tahun ini, pemerintah berhasil menghilangkan kendala-kendala sistemik yang kerap merugikan jamaah di masa lalu, seperti tertukarnya hotel, ketidakjelasan akomodasi maupun kelelahan parah di perjalanan akibat menunggu.
Semua keluhan minor dari jamaah juga ditangani dengan prinsip respons cepat fast, dimana setiap permasalahan diselesaikan secara sigap oleh para petugas.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenhaj: Pengetatan istitha'ah tekan angka kematian jamaah haji
Pewarta : Citro Atmoko
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
