Logo Header Antaranews Lampung

BKKBN Lampung: 34 tempat penitipan anak bersertifikat telah aktif beroperasi

Senin, 23 Februari 2026 17:34 WIB
Image Print
Ilustrasi- Tempat penitipan anak atau taman asuh sayang (TAMASYA) yang beroperasi aktif di Kota Metro Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Dapat dikatakan dengan capaian ini Lampung sudah memenuhi target memiliki tempat penitipan anak yang tersertifikasi.

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung menyatakan bahwa sebanyak 34 tempat penitipan anak di Lampung aktif beroperasi melayani masyarakat.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih di Bandarlampung, Senin, mengatakan jumlah tersebut meningkat dari pencatatan awal tahun lalu.

Berdasarkan data pada awal tahun lalu, potensi Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) di Lampung mencapai 62 tempat penitipan anak, yang terdiri atas 28 tempat penitipan anak masih aktif beroperasi, 25 tempat penitipan anak tidak beroperasi, dan 9 tempat penitipan anak beralih fungsi.

"Akan tetapi berdasarkan pencatatan dan pelaporan rutin Tamasya pada Desember 2025 sampai saat ini, jumlah tempat penitipan anak yang aktif di Lampung ada 34 unit," katanya.

Ia mengatakan sebanyak 34 tempat penitipan anak yang masih aktif itu memiliki pengasuh sebanyak 167 orang dan jumlah anak yang diasuh sebanyak 1.040 orang.

"Jumlah pengasuh yang sudah tersertifikasi mengikuti Tamasya di Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) ada 49 orang dan ikut dalam Sistem Belajar Mandiri (Sibima) Kelas Bina Keluarga Balita (BKB) Eliminasi Masalah Anak Stunting (EMAS) ada 124 pengasuh," ucap dia.

Sementara itu, tempat penitipan anak yang sudah memenuhi empat layanan berjumlah 16 tempat penitipan anak, dari target hanya empat tempat penitipan anak.

"Dapat dikatakan dengan capaian ini Lampung sudah memenuhi target memiliki tempat penitipan anak yang tersertifikasi. Kemudian sudah dilakukan juga berbagai kegiatan, seperti kelas orang tua hebat sebanyak empat kali dengan narasumber dari para pakar dan ahli," ucapnya.

Untuk tahun 2026, pihaknya akan melaksanakan Program Tamasya dan kelas orang tua hebat yang dimulai pada Februari ini.

"Dengan ini diharapkan pelayanan pengasuhan atau penitipan anak di Lampung semakin berkualitas dan dapat membantu ibu pekerja yang kesulitan menitipkan anak," ujar dia.


Baca juga: Lampung miliki 48 unit Sekolah Lansia untuk pemberdayaan lansia

Baca juga: BKKBN Lampung sebut pendampingan 1.000 HPK upaya entaskan stunting

Baca juga: Pada 2025, sebanyak 350.760 orang kategori 3B di Lampung terima MBG



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026